Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-03-2014
  • 472 Kali

80-an Panwaslu Se Kab. Sumenep Aksi Damai Tolak Premanisme

News Room, Jumat ( 21/03 ) Sekitar 80-an Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan se Kabupaten Sumenep, Jumat (21/03) pagi, melakukan aksi damai. Mereka mengutuk premanisme yang diduga dilakukan pendukung calon legislatif (caleg) Partai Bulan Bintang (PBB), berupa pemukulan terhadap Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Paliat, Kecamatan/Pulau Sapeken. Dalam aksinya, para pengawas Pemilu ini membawa poster bertuliskan protes, diantaranya Tolak Premanisme Oleh Caleg, Coret Dari DPT, Premanisme Cederai Demokrasi, Kutuk Kekerasan Terhadap PPL, dan Tolak Caleg Busuk. Bahkan, sambil berorasi, pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel menuntut agar caleg yang terindikasi mendalangi pemukulan terhadap PPL, dicoret dari daftar caleg. Ketua Panwaslu Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan, SH, menegaskan bahwa semua jajaran Panwas menolak aksi kekerasan yang dilakukan Tim Sukses Caleg yang diusung PBB. "Kami menolak segala bentuk kekerasan terhadap penyelenggara dan pengawas pemilu. Karena tindakan itu sudah menciderai demokrasi,"tandasnya. Untuk itu, Panwaslu Sumenep, siap mengawal kasus ini sampai tuntas. Aparat kepolisian pun harus mengusut hingga tuntas juga. "Kalau bisa, hingga ke aktor intelektualnya, siapa yang menyuruh melakukan pemukulan itu!. Kita akan kawal kasus ini,"tegasnya. Sementara orator aksi, Hartono meminta agar partai politik pengusung caleg yang terindikasi ikut terlibat tindak pidana kekerasan, hendaknya mengevaluasi kembali terhadap kadernya. "Itu harus jadi pertimbangan partai, apa masih layak, caleg yang terindikasi mendalangi pemukulan, tetap maju dalam pemilu?"terangnya. Hartono juga mendesak KPU Sumenep untuk bertindak tegas, karena dalam kasus penganiayaan terhadap PPL Paliat dalam acara kampanye caleg, diduga dilakukan di rumah ketua KPPS. "Kalau memang benar indikasi ada penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPPS, KPU harus berani memecat !,"pungkasnya. Sebelumnya, massa pendukung salah satu Caleg PBB, Badrul Aini, diduga telah melakukan penganiayaan pada Eko Sugiono, Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Desa Paliat, Kecamatan Sapeken. Penganiayaan tersebut terjadi saat kampaye, berupa pertemuan terbatas yang dilakukan caleg PBB, Badrul Aini, di rumah Nasir, pada Senin (17/03) lalu. Akibat penganiayaan tersebut, Eko Sugiono mengalami luka robek di bibir sebelah kiri, lebam bagian kepala belakang, lecet pada betis kiri dan lecet di mata kaki sebelah kiri. ( Nita, Esha )