Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-10-2005
  • 630 Kali

6 UNIT KINCIR ANGIN SEGERA DIBANGUN DI PULAU GILIYANG

Sumenep-Infokom News Room : Angin segar bagi masyarakat Giliyang Kemacatan Dungkek, karena dalam waktu dekat ini akan segera dibangun Kincir Angin, sebagai tenaga penerangan. Sehingga, keluhan mengenai tidak adanya aliran listrik di daerah tersebut, akan secepatnya teratasi. Demikian diungkapkan Assisten Bidang Pembangunan dan Keuangan Sekda Kabup[aten Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, MM ketika ditemui News Room diruang kerjanya, Rabu (12/10). Ir. Soengkono mengatakan, program ini merupakan program pusat sejak tahun 2004 yang merupakan program kedirgantaraan masalah penerangan. Soengkono menuturkan, setelah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama dengan Tim Peneliti dari LAPAN (Lembaga Penelitian Nasional), sejak tanggal 07 hingga 10 Oktober, maka ditetapkan 6 titik lokasi yang akan dijadikan lokasi pembangunan kincir angin. Ir. Soengkono menerangkan, dalam pembangunan kincir angin tersebut, pemerintah pusat menyediakan 6 unit kincir angin, yang berkekuatan sekitar 2.500 watt. Dikatakan, program ini memang diperuntukkan untuk masyarakat Pulau Giliyang sebagai fasilitas umum, baik untuk pendidikan, penerangan jalan, masjid dan musholla. Ir. Soengkono menjelaskan, program ini merupakan program percobaan kali pertama di wilayah kepulauan di Indonesia menggunakan kincir angin, sebagai alat penerangan. Selanjutnya Soengkono memaparkan, selain bantuan alat kincir angin, pemerintah pusat melalui LAPAN juga memberikan bantuan Genset sebanyak 10 KVA, dan berdasarkan peninjauan langsung ke lokasi, daerah tersebut memang layak untuk didirikan kincir angin, mengingat kekuatan anginnya mencapai 6 hingga 8 knot. Menurut Ir. Soengkono, pembangunan kincir angin ini sudah positif, dan apabila pemerintah daerah Sumenep menyikapi secara profesional terhadap hasil uji coba tersebut, yang dinilai sosial ekonominya lebih ekonomis, maka pemerintah Kabupaten akan mengembangkan di pulau-pulau yang lain. Ir. Seongkono memastikan, kincir angin tersebut, sudah bisa dinikmati masyarakat Pulau Giliyang, paling lambat pada bulan Desember mendatang. ( Nita, Esha )