News Room, Selasa ( 26/11 ) Sebanyak 300 anggota polisi di jajaran Polres Sumenep, Selasa (26/11) pagi, mengikuti tes psikologi kepemilikan senjata api (senpi) yang digelar Polres setempat. Test psikologi itu mendatangkan langsung tim dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, yang dipimpin Kompol Rumekso. Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, menjelaskan, test psikologi ini penting dilakukan, guna menguji kemampuan para personel kepolisian yang ingin memegang senpi. “Tes ini kami lakukan agar senjata api yang mereka pegang digunakan sebagaimana mestinya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,”kata Kapolres Sumenep, Selasa (26/11). Selain itu, polisi yang mengikuti test psikologi ini rata-rata masa aktif kepemilikan senpinya sudah habis. “Mereka yang ikut test psikologi kali ini sebagian besar sudah habis masa kepemilikannya, dan test ini merupakan persyaratan utama yang harus dijalani bagi polisi, jika ingin memegang senpi. Kebetulan yang ikut test sekarang ada 300 anggota,”terangnya. Kapolres mengungkapkan, kegiatan tes psikologi kepemilikan senpi tersebut biasa dilakukan setiap tahun. “Tes psikologi pemegang senjata rutin dilakukan setiap 1 tahun sekali,”ungkapnya. ( Nita, Esha )