Sumenep-Infokom News Room : Guna meningkatkan usaha Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Kabupaten Sumenep, sebanyak 300 LKM yang tersebar di 27 Kecamatan mendapatkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp. 2 juta. Sasaran bantuan itu antara lain untuk pengusaha mikro dan kecil yang meliputi petani, nelayan, perancang, pedagang kaki lima melalui penambahan modal kerja yang disalurkan LKM. Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moh. Dahlan, MM mewakili Bupati dalam acara penyerahan bantuan modal kerja donasi bagi LKM se Kabupaten Sumenep tahun anggaran 2005 di Pendopo Agung, Jum’at (14/10) memaparkan, bantuan itu diberikan kepada LKM yang telah dinyatakan lulus seleksi untuk mendapatkan bantuan dana dalam mengembangkan usahanya, yakni simpan pinjam. Karena LKM merupakan salah satu lembaga keuangan Non Bank yang sangat dibutuhkan masyarakat, utamanya masyarakat berpenghasilan rendah dan pengusaha kecil yang tidak tersentuh perbankan, selayaknya apabila operasional LKM itu diawasi, sehingga masyarakat tidak menjadi korban permainan nakal petugas. Disamping itu Bupati menambahkan, dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan keyakinan masyarakat terhadap LKM, selayaknya dikelola secara profesional, selian itu mewujudkan iklim yang kondusif bagi LKM perlu pula menjalin hubungan dengan tokoh, baik formal maupun non formal, apalagi ditengah budaya masyarakat yang paternalistik, hal ini sangat penting. Hanya saja, upaya pengembangan LKM yang profesional tersandung beberapa kendala, seperti terbatasnya permodalan dan lemahnya kwalitas SDM. Untuk itu jelas Bupati, LKM diantaranya harus membenahi sistem organisasi dan pengelola LKM memiliki moral yang baik. ( Yasik, Esha )