Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-06-2015
  • 431 Kali

3 Penambang Batu Ditangkap, Warga Balik Sandera 2 Polhutter

News Room, Senin ( 08/06 ) Gara-gara tidak terima atas penangkapan terhadap 3 orang penambang batu bangunan, yang dilakukan polisi hutan mobile (Polhutmob), puluhan warga Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep, nekat menangkap dan menyandera 2 anggota polisi hutan terotorial (Polhutter), yang datang ke lokasi penambangan batu bangunan, di daerah tersebut. Kedua anggota Polhutter naas tersebut, digelandang ke Kepala Desa Juruan Daya, untuk dijadikan sandera demi membebaskan 3 penambang, yang ditangkap rekan mereka.

"Polhutter datang ke lokasi itu untuk memberikan penjelasan terkait penangkapan dan larangan menambang batu di areal milik Perhutani, tapi oleh warga malah ditangkap dan disandera,"kata Dudi Kurniadi, Kepala Administratur KPH Madura, Senin (08/06).

Menurutnya, penangkapan penambang batu bangunan ilegal di Desa Juruan Daya tersebut, bermula dari 6 orang anggota Polhutmob, melakukan patroli ke lokasi penambangan.

Di lokasi, petugas memergoki 3 orang warga sedang menambang batu di areal terlarang milik perhutani, sehingga oleh petugas, 3 orang penambang tersebut diamankan dan diserahkan ke Polres Sumenep untuk proses hukum selanjutnya. Namun, upaya penegakan hukum oleh Polhutmob justru menuai protes dari warga.

"Warga yang tidak terima terhadap penangkapan tersebut, malah beramai-ramai menangkap dan menyandera 2 anggota Polhutter, yang datang ke lokasi. Mereka disandera untuk ditukar dengan 3 penambang, yang ditangkap Polhutmob dan sudah diserahkan ke Polres Sumenep,"terangnya.

Penyanderaannya tidak terlalu lama, pada Minggu (07/06) kemarin pukul 17.30 WIB, warga sudah melepas 2 anggota setelah ada komitmen dari pimpinan Polres. Penukaran 2 orang sandera dengan 3 orang tahanan, dilakukan di Mapolsek Batuputih, disaksikan oleh Muspika setempat, aparat Desa Juruan Daya, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batuputih. Dengan begitu, pelepasan 3 penambang batu oleh petugas, dan pelepasan 2 anggota Polhutter oleh warga, tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. ( Nita, Esha )