News Room, Senin ( 30/05 ) Sebanyak 29.000 lebih pohon kelapa di Kabupaten Sumenep, diserang virus atau penyakit Aryctes Rhinoceros (Kwangwung). Akibatnya, petani kelapa setempat, mengalami gagal panen. Kabid Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Drs. Nasyahbandi, M.Si menjelaskan, hasil survey yang dilakukannya, pohon kelapa yang terserang virus kwangwung, terparah terjadi di Kecamatan Guluk-guluk dan Gapura. “Di 2 Kecamatan tersebut, nyaris semua pohon kelapa diserang kwangwung. Jadi, ya terpaksa ditebang diujungnya. Dan, petani dipastikan tidak bisa panen tahun 2011 ini,”kata Nasyahbandi, di kantor Dishutbun Sumenep, Senin (30/05). Ia juga mengungkapkan, virus yang menyerang pohon kelapa itu, memang rawan atau sulit diobati. “Selama ini, kami hanya bisa melakukann penyemprotan saja. Itu pun hasilnya tidak maksimal. Warga bersama petugas dilapangan, biasanya langsung menebang ujung pohon kelapa,”ujarnya. Menurut Nasyahbandi, hama yang sangat mengganaskan ini dianggap sangat merugikan masyarakat terutama bagi petani pohon kelapa. “Biasanya pohon kelapa serta pohon sejenis yang sudah mati akan dijadikan sarang kwangwung dan merupakan tempat yang subur untuk beranak pinak. Makanya, kami mengajak warga segera memotong pohon kelapa yang sudah mati. Sebab kalau tidak dipotong, pohon kelapa yang membusuk akan menjadi tempak berkembang biaknya hama kwangwung,”ungkapnya. ( Nita, Esha )