Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-10-2018
  • 500 Kali

28 Oktober, Presiden Jokowi Dijadwalkan Membuka FKMA V

Media Center, Kamis ( 25/10 ) Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dipastikan menghadiri pembukaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) V tahun 2018 di Kabupaten Sumenep.

“Sesuai informasi terbaru bahwa Presiden Jokowi pasti datang di pembukaan FKMA ke V di Sumenep pada Minggu (28/10) pukul 14.00 WIB, sehingga pembukaan FKMA itu dilaksanakan Minggu sore di depan Masjid Jamik.” kata Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si Kamis (25/10).

Bupati menyatakan, sebelumnya memang dijadwalkan Presiden Jokowi ke Kabupaten Sumenep pada Sabtu (27/10), namun akibat padatnya agenda Presiden di luar Pulau Jawa, akhirnya berubah pada Minggu (28/10) datang ke Bumi Sumekar.

“Presiden ke Kabupaten Sumenep menggunakan jalur udara Minggu siang dan setelah tiba di Sumenep Presiden langsung ke Rumah Dinas Bupati untuk persiapan pembukaan FKMA itu,” jelasnya.

Menyinggung persiapan Pemerintah Daerah, Bupati mengakui telah mempersiapkan semua kebutuhan terkait dengan kegiatan FKMA itu, sehingga pihaknya sudah siap sebagai tuan rumah penyelenggara FKMA V tahun ini.

Untuk penginapan tamu dari luar daerah yang membutuhkan banyak fasilitas terutama hotel sebagai tempat bermalam, pemerintah daerah selain memanfaatkan hotel juga menggunakan rumah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kami juga menggunakan rumah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk tempat bermalam para tamu undangan, dan rumah kepala OPD ada yang menyiapkan dua kamar serta ada yang satu kamar,” imbuh suami Nurfitriana ini.

Bupati menyampaikan, dalam kegiatan FKMA ke V di Sumenep ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya penampilan seni budaya masing-masing kerajaan se-Nusantara. Untuk Kabupaten Sumenep pada pagelaran seni budaya itu diantaranya Tari Muang Sangkal dan Topeng.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim untuk keamanan pelaksanaan FKMA itu, bahkan saat ini Kapolres dan Dandim masih rapat di Surabaya terkait pengamanannya.” pungkasnya. ( Yasik, Esha )