News Room, Rabu ( 12/12 ) Untuk yang kesekian kalinya Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si dan Wakil Bupati Sumenep Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si menggelar pertemuan dengan masyarakat (wong cilik) yang dikemas dalam kegiatan Refleksi 2 tahun kepempimpinan Abussidik, pada Selasa malam (11/12) yang dipusatkan di lapangan Desa Banasare Kecamatan Rubaru. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si dalam kesempatan tersebut memaparkan salah satu program khusus kepemimpinannya dalam 2 tahun menjabat di Kabupaten Sumenep, yakni program peningkatan pelayanan kepada masyarakat, yang dilaksanakan sejak tahun 2011 dan tahun 2012 ini. “Jadi, berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam berbagai bentuk pelayanan yang menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat,”ujarnya. Karena itu, Bupati berharap kepada Satuan Kerja terkait, khususnya yang banyak menangani bidang pelayanan kepada masyarakat, agar betul-betul memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Bahkan, kedepan harus terus dilakukan dengan lebih baik lagi. Salah satunya dengan upaya mempermudah pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan memprogramkan Puskesmas gratis dan pelayanan pengobatan gratis kelas III di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yang direalisasikan pada tahun 2012. Dan pada tahun 2013 akan lebih ditingkatkan lagi dengan mempermudah bentuk pelayanan kepada masyarakat. Yakni, jika sebelumnya masih harus menunjukkan surat-surat dan keterangan dari Kepala Desa, Dinas Kesehatan dan sebagainya untuk mendapat pelayanan gratis di Puskesmas maupun di Rumah Sakit Daerah, namun di tahun 2013, cukup dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah bisa dilayani untuk berobat secara gratis. Berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat juga harus dilaksanakan oleh Satker lainnya dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan visi dan misi Program Super Mantap. Sebab, tanpa dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dalam ikut serta berpartisipasi, semua program yang dilaksanakan akan kurang maksimal. Bahkan Bupati juga meminta peran para Kiai dan Tokoh masyarakat yang ada di daerah-daerah dan Kecamatan di Kabupaten Sumenep untuk ikut andil dalam membina moralitas bangsa. Sebab, yang terjadi saat ini di Kabupaten Sumenep, ternyata kejadian pelecehan seksual meningkat. Dan itu merupakan tanggung jawab bersama untuk mencegah maraknya bentuk kejahatan di Bumi Sumekar ini. “Kami juga akan terus mengupayakan untuk peningkatan pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan sebagainya, sehingga Kabupaten Sumenep kedepan akan lebih aman, nyaman, dan kenyang,”tambahnya. ( Ren, Esha )