Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-05-2013
  • 425 Kali

150 Pekerja Anak Dan Putus Sekolah, Mendapat Pendampingan

News Room, Kamis ( 25/05 ) Program Pengurangan Pekerja Anak Program Keluarga Harapan (P2A-PKH) di Kabupaten Koordinator yang pendampingannya sudah berlangsung sejak tanggal 15 Mei kemarin dan akan berlangsung hingga sebaulan kedepan. Koordinator P2A-PKH di Kabupaten Sumenep, Agus Sholehan menjelaskan, sebanyak 150 anak di Kabupaten Sumenep yang masuk pada penjaringan program PPA-PKH tahun 2013 ini selama sebulan penuh akan mendapat pendampingan serta pembelajaran dari para tutor. Dari hasil pendampingan yang dilakukan setiap hari tersebut mereka mendapat motivasi serta bimbingan belajar. Sehingga akhirnya anak-anak putus sekolah dan menjadi pekerja diusia dini kembali semangat danpunya keinganan kembali ke sekolahnya masing-masing. “Namun, nantinya tergantung dari keinginan anak-anak yang sudah mendapat pendampingan dari kami, apakah akan kembali ke sekolah ke Pondok Pesantren maupun mengikuti pelatihan-pelatihan lainnya seperti yang ada di Balai Latiha Kerja Sumenep,”ujarnya. Dijelaskan, karena program P2A-PKH yang merupakan program nasional juga melibatkan leading sektor terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama disamping pelaksana kegiatan melalui Kementerian Tenaga Kerja. Agar instansi terkait bisa saling menfasilitasi untuk mengembalikan anak-anak untuk belajar dan meraih cita-citanya. Yang jelas tegas Sholihin, selama pendapingan berbagai persoalan yang dihadapi anak akan menjadi masukan bagi pendamping untuk melakukan fasilitasi terhadap persoalan yang dihadapi masing-masing anak, orang tua dan dilingkungannya. “Dari hasil pendampingan terhadap anak putus sekolah dan bekerja tersebut nantinya akan terus dievaluasi untuk menentukan kebijakan pelaksanaan program berikutnya ditahun mendatang,”tambahnya. ( Ren, Esha )