Sumenep-Kominfo News Room : Pemilihan Kepala Desa secara langsung, merupakan pendidikan politik sekaligus memberikan pembelajaran cara hidup berdemokrasi bagi masyarakat desa untuk menyampaikan aspirasinya lewat calon yang mereka usung. Tak terkecuali di Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep yang memiliki hak pilih sekitar 6.900 lebih, yang akan digelar 14 Maret 2007 nanti dengan menampilkan tiga calon Kepala Desa, yakni Abdurrahman, Heru Prasetyo dan Novandri Prasetywan. Menariknya, dari ketiga calon tersebut, satu orang merupakan putra Kepala Desa sebelumnya, (26) anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Moh. Zaini, SH dan Hj. Juwariyah. Keinginan Andri, panggilan akrabnya mengikuti calon Kepala Desa (Cakades) di Desanya berangkat dari sebuah keprihatinan terhadap masyarakat akhir-akhir ini akibat krisis moneter berkepanjangan yang melanda negeri ini, sangat dirasakan oleh masyarakat khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Berbagai cara dilakukan pemerintah, mulai dari program bantuan langsung tunai, beras miskin sampai pada pelayanan kesehatan gratis keluarga miskin. Menurut Andri, dirinya hanya melanjutkan perjuangan sebelumnya serta ingin membangun kebersamaan dengan semua elemen yang ada, mengoptimalkan sistem pelayanan terhadap masyarakat sebagaimana sang ayah yang telah memimpin Desa Kolor selama dua periode. “Sejak kepemimpinan sang ayah, belum pernah terjadi di desa melakukan pungutan terhadap masyarakat untuk kepentingan pembangunan di Desaâ€, ujar alumnus ITN Malang yang bernampilan low profile ini. Sementara Ketua Panitia Pilkades Kolor, Ir. H. Didik Wahyudi, M.Si yang juga Ketua Takmir Masjid Riyadathus Shalihin ini, menghimbau kepada masyarakat Kolor agar pada hari pelaksanaan dapat menyampaikan aspirasinya secara langsung dan hindari permainan politik uang, serta berharap dapat menentukan pilihan secara tepat, sebab kesalahan mencoblos satu detik adalah kesalahan selama lima tahun. “Silakan masyarakat menilainya sendiri dari parameter dan sudut pandang secara obyektif. Tapi jangan lupa, tak ada buah yang jatuh akan jauh dari pohonnyaâ€, ujarnya berfilsafat. ( El, Esha )