Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2011
  • 475 Kali

10 Anggota Polres Sumenep Dikirim Ke Polda Jatim

News Room, Sabtu ( 08/10 ) Sepuluh anggota Polres Sumenep, dikirim ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, terkait kasus peluru nyasar yang mengakibatkan Wakil Ketua Partai Golkar setempat, RB. Moh. Ridwan (37), warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, tewas ketika hendak membeli jamu di Jalan Trunojoyo, pada Kamis (06/10) malam sekitar pukul 21.45 WIB. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, pengiriman anggota ke Polda Jatim itu, untuk mempermudah dan mempercepat proses penanganan kasus peluru nyasar, yang memang ditangani langsung Polda Jatim. “10 anggota Resmob Polres Sumenep sengaja kami kirim ke Polda Jatim, sebagi bukti kalau kami tidak main-main dalam menangani tersebut. Tindakan tegas untuk disiplin dan pidana bagi anggota dilakukan oleh Polda Jatim,”kata Susanto, pada wartawan di ruang lobi Mapolres Sumenep, Sabtu (08/10). Susanto mengemukakan, semua pemeriksaan untuk kasus ini diserahkan pada Polda Jatim. “Kami sifatnya hanya menunggu, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh senjata api (senpi) yang dikirim guna dicek ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri di Surabaya,”terangnya. Hasil pengecekan dari Labfor itu, kata Susanto, akan segera disampaikan untuk mencocokkan antara senjata dengan anak peluru. “Kita tunggu saja hasilnya nanti,”ujarnya menambahkan. Peluru nyasar yang menyebabkan RB. Moh. Ridwan, yang juga takmir Masjid Agung Sumenep, diduga saat penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Taman Adipura, Kecamatan Kota setempat, Kamis (06/10) malam. Ketika itu, korban sedang duduk di kursi antri membeli jamu. Namun, tiba-tiba jatuh dan mengeluarkan darah dari kepala bagian belakang. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dan dilakukan diotopsi. Hasilnya, 1 proyektil bersarang di kepala bagian belakang korban, dengan lingkaran luka berukuran 10 x 15 cm. ( Nita, Esha )