News Room, Selasa ( 17/01 ) Kurangnya minat anak-anak muda untuk mempelajari kesenian tradisional Tembang Macapat, karena jenis kesenian tradisonal tersebut sangat sulit. Dan terkesan hanya untuk kelompok tua yakni para pencinta sejarah masa lalu. Padahal isi seni Tembang Macapat ini bernilai agama.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Ibnu Hajar, S.H., kepada Media Center saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/01/2017).
Menurutnya, hanya golongan tua saja yang dapat melantunkan Tembang Macapat saat ini, sedangkan generasi muda tidak ada yang bisa dan tidak ada yang mempelajarinya.
Ini menjadi persoalan, karena seni tradisional Tembang Macapat ini tidak bisa dimodifikasi, berbeda dengan jenis kesenian tradisional musik, karena pakemnya berbeda. ( JuP-01, Fer )