News Room, Selasa ( 07/04 ) Masyarakat Madura tidak menilai Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura (Suramdu) sebagai ancaman terhadap perkembangan kebudayaan lokal masyarakat. Sebab, jembatan Suramadu bukan salah satu penyebab yang akan menimbulkan pergesaran nilai-nilai budaya masyarakat Madura. Salah seorang Budayawan Sumenep, Ibnu Hajar, M.Pd mengatakan, pembangunan Suramadu tidak menjadi hantu yang manakutkan bagi masyarakat terhadap perkembangan nilai-nilai budaya lokal. Karena, meskipun di Madura tidak ada pembangunan jembatan Suramadu, budaya lokal masyarakat akan selalu berevolusi. Nilai-nilai budaya lokal pasti mengalami perubahan, akibat dampak dari kemajuan pengetahuan dan teknologi. â€ÂKarena itu, jembatan Suramadu jangan dianggap akan merusak kebudayaan kita, tapi yang terpenting bagaimana masyarakat itu sendiri mampu menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dari dampak kemajuan teknologi, seperti internet dan era globalisai,â€Âtegasnya. Menyinggung soal pembentukn Peraturan Daerah (Perda) Syariah di kawasan Madura, Ibnu Hajar menyatakan, meski 4 Kabupaten di Madura membuat peraturan daerah. Namun, realita kehidupan ditengah-tengah masyarakat tidak menjalankan nilai-nilai Islami, secara otomatis Perda tersebut hanya sebagai tumpukan kertas semata. Untuk itu, yang terpenting semua komponen harus membudayakan nilai-nilai Islami dalam kehidupannya, agar bisa memfilter pengaruh budaya asing yang negatif. ( Yasik, Esha )