Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-01-2009
  • 1052 Kali

Gua Payudan Guluk-guluk Banyak Dikunjungi Wisatawan

News Room, Kamis ( 15/01 ) Gua Payudan yang berada dibagian barat Desa Payudan Daleman Kecamatan Guluk-guluk ternyata tidak hanya banyak dikunjungi oleh masyarakat Sumenep maupun di wilayah Madura saja, namun hampir setiap hari libur selalu ramai dikunjungi wisatawan dari luar Madura, seperti dari beberapa Kota di Jawa Timur hingga Jawa Barat. Bahkan dari Jakarta juga sering berkunjung ke Gua yang dikenal merupakan tempat pertapaan Potre Koneng itu. Kedatangan masyarakat ke Gua Payudan bukan semata-mata mencari huburan semata, namun banyak yang memiliki niat mulai dari sekedar Nyadar (niat) hingga pada tujuan religius. Bahkan setiap harinya tetap ada orang yang berada di Gua yang berada di ketinggian sekitar 500 meter. Dengan kondisi jalan setapak yang terjal dan berbatu. “Saya selalu rindu untuk datang ke Gua ini, seperti ada daya tarik yang membuat batin ssaya sejuk ketika berada di ketinggian Gua Payudan,” ujar Sholeh, salah seorang pengunjung asal Situbondo yang mengaku sudah seminggu berada di Gua Payudan. Kepala Desa Payudan, Saiful Bahri kepada news room mengungkapkan, jika hari-hari biasa memang tetap ada yang datang ke Gua Payudan dengan tujuan yang beranega ragam. Namun biasanya pada hari-hari libur seperti saat 1 Muharram lalu, ada sekitar 50 hingga ratusan orang yang datang dari berbagai wilayah, termasuk dari jakarta. Dijelaskan Saiful jika Gua payudan, utamnya sumber air yang tidak pernah putus mengalir sepanjang musim penghujan dan kemarau itu memberikan nikmat yang luar biasa bagi warga. Sebab setidaknya ada sekitar 20 hektar sawah yang dialiri air dari puncak Gua Payudan tidak pernah putus bercocok tanam. Sehingga hasil tani mereka dua kali lipat dari petani lainnya. “Inilah kenikmatan yang di berikan Allah SWT, bagi kemakmuran warga Desa Kami,” ujar Saiful. Ditambahkan, pihaknya berharap ada pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang datang ke Gua payudan. Sebab selama ini jalan menuju ke Gua masih belum tersentuh pengaspalan dan sebagainya. Kemudian tempat berteduh dan semacamnya seperti di tempat-tempat wisata religius lainnya bisa terbangun nantinya. ( Ren, Esha )