News Room, Jumat ( 16/03 ) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia memprogramkan produksi garam melalui program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) tahun 2012 meningkat dari tahun 2011. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Syarif Cicip Sutardjo saat menghadiri Istighotsah Akbar dan Deklarasi Mengembalikan Madura Sebagai Pulau Garam di Desa Karang Anyar Kecamatan Kalianget, Jumat sore (16/03) mengatakan, pihaknya memang ingin meningkatkan produksi garam melalui program Pugar tahun 2012 ini. Untuk meningkatkan produksi garam tersebut, pihaknya menambah lahan program Pugar termasuk petani penggarap lahan pegaramannya, dibandingkan tahun 2011. ”Jika pada tahun 2011, lahan pegaraman Pugar seluas 10 hektar dengan jumlah petani sebanyak 15.000 dan produksi garam sebanyak 800.000 ton atau produksinya 70 ton per-hektar, tapi pada tahun 2012 ini, kami menambah lahan Pugar hingga mencapai 16 hektar lahan dengan produksi per-hektar 80 hingga 90 ton atau produsksinya 1,3 juta ton,”tegasnya. Syarif Cicip Sutardjo menyatakan, selain menambah lahan pegaraman Pugar, pihaknya juga memberikan bantuan lainnya, berupa pengembangan produksi garam melalui teknologi sederhana. Sekaligus juga memberi bantuan keuangan langsung pada petani, sehingga petani garam tidak kesulitan permodalan guna mengembangkan usahanya. Bahkan tahun ini, Kementerian Kelauatan dan Perikanan memberikan bantuan tenaga penyuluh untuk mendampingi petani garam. ”Jadi, kami tidak hanya menambah lahan dan bantuan keuangan untuk meningkatkan produksi garam, tapi termasuk memberikan bantuan tenaga penyuluh, guna meningkatkan produksi dan kualaitas garam. Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun ini menyiapkan 8.000 tenaga penyuluh yang siap untuk disebarkan di daerah penghasil garam di Indonesia yang tersebar di 300 Kabupaten, dengan rincian, setiap daerah penghasil garam mendapat tenaga penyuluh sekitar 25 hingga 30 orang,”ungkapnya. ( Yasik, Esha )