Rubaru-Kominfo News Room : Cita-cita memerangi lima buta dan merasakan pentingnya pendidikan, dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, melecut semangat Yayasan Nurul Muchlisin. Hal tersebut diungkapkan KH. Achmad Zaini, Ketua Yayasan Nurul Muchlisin, saat meresmikan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Muchlisin, Pakondang, Rubaru, Kamis (12/07) malam. Kyai Zaini mengatakan, didirikannya STIT Nurul Muchlisin ini adalah untuk memenuhi harapan masyarakat, khususnya di Kecamatan Rubaru. Setelah melakukan konsultasi dengan Kopertis dan Kanwil Depag Jawa Timur, maka dengan izin Allah, akhirnya kami bisa meresmikan lembaga pendidikan tinggi ini. Sementara ini pelaksanaan pendidikannya masih tergabung dengan STAIN Raden Rahmat Malang. Namun pada akhirnya ia berharap STIT Nurul Muchlisin bisa berdiri sendiri. Hingga saat ini 124 mahasiswa sudah terdaftar di STIT Nurul Muchlisin, yang tidak hanya berasal dari wilayah daratan, tetapi ada pula dari wilayah kepulauan seperti Kangean, Sepudi, dan wilayah kepulauan lainnya. Saat ini Yayasan Nurul Muchlisin menampung sekitar 400 santri yang bermukim di Pondok Pesantren, dan 1.000 lebih santri yang berada di wilayah Kecamatan Rubaru, khususnya di Desa Pakondang, baik untuk RA, MTs, hingga MA. Di akhir wawancara, Kyai Zaini mengharapkan, agar seluruh masyarakat sadar akan pentingnya pendidikan untuk putra-putrinya hingga jenjang pendidikan tinggi. Ia juga berharap dukungan dari pemerintah dan masyarakat demi kemajuan lembaga pendidikan ini ke depan. Selain peresmian STIT, pada kesempatan yang sama, Yayasan Nurul Muchlisin mewisuda 37 santri MI, 94 santri MTs, dan 59 santri MA. ( Adjie, Esha )