Sumenep-Kominfo News Room : Yayasan Mambaul Ulum Desa Gapura Barat Kecamatan Gapura, Sabtu pagi (29/04) mengelar Sarasehan Pendidikan Nasional tahun 2006 bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, dibuka secara resmi oleh Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM bertempat di Kantor Yayasan Mambaul Ulum Jalan Raya Gapura KM 12 Kecamatan Gapura. Pelaksanaan Sarasehan Pendidikan Nasional tahun 2006 ini bertemakan “Peran Pesantren Dalam Pengembangan Pendidikan Kejuruan Dan Masyarakat� menghadirkan pemrasaran Dr. H. Mustaghfirin Amin mantan Direktur VEDC Malang dari Departemen Pendidikan Nasional Jakarta, Dr. H. Ali Rasyad, MBA selaku Direktur Yayasan IKIP Veteran Semarang dan Direktur PT. Anjasavara Semarang, Dr. Tufiqurrahman, M.Pd Direktur Center for Madura Studies (CERMAD) dan Dosen STAIN Pamekasan, serta H. D. Zawawi Imron Budayawan Nasional dari Kecamatan Batang-batang. Dalam makalahnya dengan judul “Menerampilkan Tenaga Terdidik Dalam Sistem Pendidikan Ke-Pesantren-an� Dosen STAIN Pamekasan, Dr. Taufiqurrahman, M.Pd memaparkan, institusi Pondok Pesantren sesungguhnya memiliki sekurang-kurangnya dua posisi penting dan strategis dalam konteks pengembangan tenaga terampil terdidik, yakni sebagai lembaga penyelenggara sistem pendidikan agama Islam, dan pesantren sebagai unit komunitas dalam sistem sosial keagamaan. Dua posisi tersebut menurut Dr. Taufiqurrahman, telah tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sehingga pada posisi yang pertama, pesantren dapat memiliki peran yang luas dalam fungsi kelembagaan, yaitu sebagai penyelenggara sistem pendidikan konvensional, pendidikan anak usia dini, dan pendidikan jarak jauh. Sedangkan pada posisi yang kedua, pesantren berperan sebagai unit sosial keagamaan yang berbasis peran serta masyarakat. Sementara itu Budayawan Nasional, H. D. Zawawi Imron dalam makalahnya berjudul “Pendidikan Ketrampilan Dan Kearifan Lokal Masyarakat Madura� mengungkapkan, masuknya pendidikan modern, terutama setelah adanya SMP, Tsanawiyah, SMA dan Aliyah dengan kurikulum seragam persis sama seperti yang diberikan kepada anak-anak Jakarta dan kota-kota besar lainnya itu mulai ada pergeseran pada gairah dan minat kerja putera-putera Madura. H. D. Zawawi Imron mencontohkan, anak nelayan yang tamat SMA dan Aliyah banyak yang enggan terjun kelaut untuk menjadi nelayan seperti ayahnya, anak-anak petani yang tamat SMA dan Aliyah banyak juga yang enggan terjun kesawah untuk berlumur tanah, seperti yang dilakukan oleh ayahnya. Acara Sarasehan Pendidikan Nasional tahun 2006 ini selain dihadiri Bupati Sumenep, juga dihadiri oleh anggota Muspida, Kepala Dinas, Badan dan Kantor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep serta undangan lainnya. ( Esha )