News Room, Sabtu ( 20/08 ) Sekitar 3.000 hektar lahan di sebelah barat Makam Pahlawan Jokotole Desa Pandian, disiapkan Yayasan Al-Firdaus Kepulauan Kangean, untuk makam umum warga kepulauan yang kesulitan memakamkan saudaranya ketika meninggal dunia di daratan. Ketua Yayasan Al-Firdaus, Drs. H. Sirad Aidi, M.Si mengungkapkan, lahan pekuburan umum tersebut sebelumnya merupakan tanah negara (TN) yang diminta Yayasan untuk memfasilitasi warga kepulauan yang tidak mampu ketika harus membawa jenazah untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. “Bahkan, ketika jenazah warga kepulauan yang kesulitan untuk dibawa, karena cuaca angin kencang dan tidak memungkinkan dibawa kepulau, ahli waris bisa mengajukan untuk dimakamkan disana,”ujar mantan Camat Kota dan Kabag Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep ini. Dijelaskan, sejak diresmikan dalam 2 tahun ini sudah ada 6 kuburan yang ditempatkan disana, diantaranya dari Kepulauan Kangean dan Raas. Bagi warga kepulauan lainnya tetap bisa mengajukan untuk dimakamkan disana, selama ada pengajuan dari ahli warisnya. Menurut H. Sirad, awal didirikannya kuburan umum untuk masyarakat kepulauan ini, karena semata-mata untuk membantu kebutuhan masyarakat kepulauan ketika menangani soal pemakaman yang terpaksa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar kalau harus dibawa pulang ke tempat kelahirannya. Sebab, biaya untuk pengangkutan jenazah ke pulau Kangean saja dengan menggunakan perahu mesin, biayanya antara Rp. 4 hingga Rp. 5 juta, sehingga menurut H. Sirad, dirinya bersama para tokoh masyarakat asal kepulauan, seperti mantan Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moh. Dahlan, MM, dan Drs. H. Moh. Zuhri mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berupaya menfasilitasi pemakaman umum tersebut. “Bahkan rencananya, kuburan umum tersebut akan dijadikan kuburan percontohan seperti kuburan Makla di Kota Mekka. Karena, tidak menutup kemungkinan, nantinya akan kesulitan mencari lahan untuk pemakaman,”pungkasnya. ( Ren, Esha )