Media Center, Selasa ( 21/03 ) Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep serius mewujudakan regenerasi petani. Bahkan, upaya memaksakan para pemuda tani untuk melaksanakan tani modern perlu dilakukan, agar regenerasi petani bisa terwujud.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si kepada wartawan, Selasa (21/03).
Menurutnya, regenerasi petani memang harus dipaksanakan, namun tentunya harus dicarikan cara yang jitu. “Bagaimana mengajak generasi muda untuk menjadi pengusaha petani, bukan hanya menjadi petani saja,”ungkapnya.
Sebab, diakui Bambang, jika minat pemuda untuk menjadi petani sangat minim, tentu harus dicarikan upaya bagaimana anak petani bisa tetap bertani dengan menjadi pengusaha muda petani.
Jadi, orientasinya bukan hanya bertani, namun bagaimana menjadi wirausahawan dari bertani. Seperti halnya, bagaimana memperkenalkan peralatan modern kepada petani, sehingga mereka tidak lagi menggunakan alat tradisional. Seperti peralatan membajak yang sudah bisa menggunakan handtraktor dan pelaratan modern lainnya.
“Ini memang pekerjaan rumah yang harus terus kami upayakan, utamanya untuk 2 wilayah penghasil pertanian terbesar, seperti di Kecamatan Ganding dan Lenteng yang harus terus dibangun minat generasi mudanya menjadi wirausaha muda bidang pertanian,” tambahnya. ( Ren, Esha )