News Room, Selasa ( 05/04 ) Kesehatan merupakan masalah terpenting dalam konteks pembangunan, sehingga Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan kesehatan di posisi pertama sebagai misi Pemerintah Daerah bersama pendidikan, dan pengentasan kemiskinan di Program 99 hari kepemimpinan Bupati Sumenep, Dr. KH.A. Busyro Karim, M.Si, dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.
Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mewujudkan pelayanan terbaik kepada masyarakat telah dilakukan proses penataan dan perbaikan menyeluruh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
“Kita telah membentuk sistem informasi dan administrasi pelayanan kesehatan terpadu atau Siap Sehat,”ungkap Bupati Sumenep pada acara Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia 2016, di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan, Selasa (05/04).
Dikatakan pula, jika Siap Sehat ini dibentuk untuk memperingkas pelayanan Surat Pernyataan Miskin (SPM), yang merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hanya saja, masyarakat harus tahu, bahwa kemajuan kualitas kesehatan di Sumenep bukan semata tanggung jawab pemerintah, tapi butuh dukungan dan kesadaran dari masyarakat.
Dijelaskan pula oleh Bupati, berdasarkan survei sosial dan ekonomi (Susenas) tahun 2014, bahwa 17,11 persen penduduk Sumenep pernah mengalami gangguan kesehatan, baik yang menyebabkan terganggunya aktivitas maupun yang tidak menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari.
Lebih dari itu, kepercayaan masyarakat Sumenep terhadap penanganan kesehatan oleh tenaga medis semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Hal itu bisa dilihat dari penggunaan obat modern yang telah mencapai 85,97 persen. Karena itu, maka pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan termasuk juga dalam penanganan penyakit kusta,”tambahnya. ( Ren, Esha )