News Room, Senin ( 28/04 ) Bertempat di Aula Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Hasan Desa Gedugan Kecamatan Giligenting berlangsung Work Shop dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 tingkat MTs se Kecamatan setempat, kemarin. Kegiatan tersebut diadakan oleh Penilik Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Giligenting untuk Tahun Pelajaran 2013/2014, diikuti dari semua unsur guru MTs se Kecamatan Giligenting. Bimtek Kurikulum ini dilaksanakan sebagai evaluasi dan sosialisasi bagi guru, dari perubahan kurikulum lama dan pelaksanaan kurikulum 2013. PPAI Kecamatan Giligenting, Firdaus, S.Pd, mengatakan, pada tahun pelajaran 2014/2015, mau tidak mau, siap atau tidak siap, kurikulum 2013 pasti dilaksanakan. Perubahan Kurikulum tersebut sebagai tolok ukur sejauh mana pendidikan di Indonesia dalam mengikuti perkembangan jaman, dan semua soal-soal, guru yang harus membuatnya. Firdaus menambahkan, guru harus punya motivasi, bagaimana anak didik lebih baik, pengawas akan terus mendorong kinerja guru, bagaimana nantinya membuat soa-soal sendiri dan mampu mengembangkan dirinya, dengan harapan dan tujuan, yakni madrasah makin maju, dan anak didik akan lebih baik. Sementara itu narasumber Work Shop dan Bimtek Kurikulum 2013, Dr. Suparji, M.Pd mengatakan, perubahan kurikulum itu bukan berarti menterinya harus ganti, namun sebagai evaluasi dari kurikulum sebelumnya, karena kebutuhan dan perkembangan jaman terus berjalan, sehingga kebutuhan individu, masyarakat, bangsa dan negara, serta peradaban akan berubah, itulah penyebab berubahnya kurikulum. Dan perubahan kurikulum ini, kurang lebih tiap 10 tahun sekali. Suparji menambahkan, aspek utama implementasi kurikulum 2013, lebih mengarah pada perubahan mind set, keterampilan dan kompetensi guru serta kepemimpinan, kultur dan manajemen sekolah. Selain itu, tujuan pemerintah memberikan tunjangan setifikasi guru, adalah sebagian tunjangan intensif itu digunakan untuk kepentingan pengembangan guru, dan kebutuhan dalam proses belajar mengajar. ( Rahman, Esha )