Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-11-2010
  • 445 Kali

Wartawan Di Sumenep Gelar Aksi Tabur Bunga

News Room, Rabu ( 03/11 ) Puluhan wartawan di Sumenep, menggelar aksi tabur bunga, sebagai simbol masih adanya kekerasan terhadap wartawan, yang juga menandakan matinya kebebasan liputan. Aksi spontanitas itu, dilakukan di Taman Adipura, Kecamatan Kota Sumenep. Koordinator Aksi, A. Rifa’ie menjelaskan, aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi kekerasan yang menimpa 2 wartawan di Sumenep, baik yang dilakukan oknum aparat kepolisian maupun masyarakat umum. “Kami sangat menyayangkan dan protes pemukulan terhadap wartawan. Apalagi, ini terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan,”tegas Rifa’ie. Selain itu, sebagai bentuk solidaritas, seluruh wartawan Sumenep meletakkan kamera, tape recorder, dan peralatan liputan lainnya. Sementara Ketua PWI Sumenep, H. Agus Rasyid mengaku mengecam keras tindak kekerasan tersebut. “Wartawan dalam melakukan peliputan dilindungi undang-undang. Dan siapa saja yang mencoba menghalang-halangi peliputan, akan berhadapan dengan hukum,”ujarnya. H. Rasyid berharap tidak ada lagi tindak kekerasan yang dialami wartawan. “Cukup yang pertama dan terakhir, kekerasan yang dialami 2 rekan kami,”ungkapnya. Kasus kekerasan terhadap wartawan di Sumenep terjadi pada tanggal 27 Oktober dan 2 Nopember 2010. Pada tanggal 27 Oktober, reporter TV Machan, Didik Setia Budi dipukul oleh orang tak dikenal, ketika meliput sidang perkara korupsi di Pengadilan Negeri Sumenep. Kemudian pada tanggal 2 Nopember 2010, "stringer" TVOne, Abdus Salam diduga ditempeleng oleh oknum anggota Polres Sumenep ketika meliput demo ricuh di sekitar Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. ( Nita, Esha )