Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-07-2012
  • 517 Kali

Warga Rusak Truk Pengangkut Air Dan Mesin Milik PT. EML

News Room, Jumat ( 20/07 ) Ratusan warga Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Jumat (20/07) pagi, turun jalan melakukan aksi dilokasi pengeboran sumur ENC-1 milik PT. Energi Mineral Langgeng (EML). Aksi kali ini, sebagai bentuk protes atas beroperasinya kembali PT. EML, meski warga setempat menolak. Penjagaan ketat oleh aparat kepolisian bersama anggota Brimob, dibantu Kodim 0827 Sumenep, tidak menghalangi langkah warga. Bahkan, massa yang emosinya sudah tidak terkontrol langsung merusak truk pengangkut air dan mesin milik PT. EML. Tidak puas dengan melakukan pengrusakan, warga juga melakukan pemblokiran jalan masuk ke lokasi pengeboran PT. EML, dengan batu karang dan kayu. Salah seorang warga Desa Tanjung, Suriya, mengaku kecewa atas tindakan PT. EML, yang memaksakan diri melanjutkan pengeboran sumur. Padahal, warga setempat menolak kegiatan tersebut. “Aksi ini akan terus kami lakukan hingga PT. EML menghentikan kegiatan Eksplorasi Migas di Desanya. Jika tetap dilanjutkan, ya warga juga akan bertindak sesuai dengan keinginan warga,”kata Suriya, dilokasi pengeboran Sumur ENC-1 milik PT. EML, Saronggi, Sumenep, Jumat (20/07). Meski sudah melakukan pengrusakan, namun ratusan warga masih tetap bertahan dilokasi pengeboran minyak dan gas (migas) milik PT EML. Aksi anarkis warga Desa Tanjung ini, merupakan kedua kalinya, yang sebelumnya dilakukan pada Jumat (06/07) lalu, dengan merusak sejumlah fasilitas PT. EML di lokasi pengeboran. Sehingga, mengakibatkan kerugian material mencapai Rp. 2,5 milyar. Manajemen PT. EML mulai melakukan eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) secara resmi di Desa Tanjung sejak awal April 2012. Namun, sejak pertengahan Mei lalu, muncul gerakan penolakan eksplorasi migas yang dilakukan warga Desa Tanjung. ( Nita, Esha )