News Room, Sabtu ( 14/03 ), Ada sekitar 46 batang besi penyangga untuk pembangunan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalianget, yang mangkrak sejak dikerjakan pada 2005 lalu, kondisinya mulai berkarat dan nyaris beberapa batang besi yang berukuran panjang sekitar 20 meter dan berdiameter sekitar 30 cm itu bagian luar dan dalamnya mengelupas. Salah seorang aktifis LSM asal Desa Kalianget Timur, Sarkawi Pranata berharap pihak Dinas terkait, khususnya Dinas Perhubungan Jatim segera mengambil langkah untuk melanjutkan proyek milyaran rupiah tersebut, agar tidak mubadzir. “Kan eman, proyek yang sudah menghabiskan anggaran milyaran rupiah itu ditinggal begitu saja. Seharusnya, meskipun terjadi persoalan hukum, pelaksanaan proyek yang sebenarnya sudah hampir tuntas itu tetap dilanjutkan,â€Âujar Sarkawi. Diakui, sejak tersandung masalah hukum, tidak ada titik terang, apakah dilanjutkan atau tidak. Padahal, warga setempat sudah berharap agar Pelra secepatnya dituntaskan. Sebab, proyek yang dilaksanakan melalui dana APBD Propinsi Jawa Timur 2005 ini, sudah kadung ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Disamping itu, keberadaan jalan masuk pelabuhan sudah mulai ditumbuhi rumput liar dan sebagainya, yang hanya dijadikan tempat tongkrongan anak muda. Disamping itu, ketika jembatan itu sudah layak untuk difungsikan sangat bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan roda perekonomian, juga akan mempercepat akses perdagangan antara masyarakat daratan dengan kepulauan. Bahkan Sarkawi mengaku, upaya Kejaksaan untuk memproses kembali hasil putusan di Pengadilan Negeri Sumenep dan putusan MA, sangat diharpakan benar-benar bisa direalisasikan. Sebab, hal itu sudah dinilai, disamping merugikan keuangan negara juga telah memperlambat akses perekonomian masyarakat, yang seharusnya sudah mulai dilakukan sejak awal 2006 lalu. ( Ren, Esha )