News Room, Kamis (27/03) Mangkraknya jalan masuk ( Cas-Way ) Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalianget, yang dikerjakan pada 2005 lalu melalui dana APBD Propinsi Jawa Timur, ternyata dikeluhkan oleh warga setempat, karena proyek yang sudah nyaris rampung itu, dinilai sangat bermanfaat bagi pertumbuhan roda perekonomian bagi warga Kalianget. Kepala Desa Kalianget Timur, Furnanto mengaku, bahwa proyek tersebut sejak tersandung masalah hukum tidak ada titik terang, apakah dilanjutkan atau tidak. Padahal, warga setempat sudah berharap agar Pelra secepatnya difungsikan, karena selain bisa bermanfaat memmpercepat pertumbuhan roda perekonomian, juga akan mempercepat akses perdagangan antara masyarakat daratan dengan kepulauan Sumenep, yakni sebagai tempat bersandar kapal-kapal rakyat. “ Saya minta kepada pemerintah Propinsi Jatim, agar secepatnya memfungsikan Pelra tersebut,†harap Furnanto. Furnanto optimis, jika Pelra itu sudah berfungsi dengan baik, maka perekonomian masyarakat Kalianget-pun akan tumbuh pesat. Namun, apabila Pelra itu tetap dibiarkan tanpa ada kejelasan, maka pihaknya mengaku sangat menyesalkan terhadap upaya Pemeritah Propinsi Jawa Timur dalam membangun Pelra tersebut, karena proyek itu sudah menelam dana yang cukup banyak. â€Ya kalau tidak fidungsikan, berarti uang rakyat hanya untuk dihambur-hamburkan saja,†tegasnya. Seperti diinformasikan sebelumnya, bahwa proyek Cas-Way Pelra tersebut, yang menelan dana sekitar Rp. 3 milyar dari APBD Propinsi Jawa Timur tahun 2005 itu, sedang dalam proses hukum, terkait kasus penyimpangan selama proyek itu dikerjakan. Bahkan, pihak Kejaksaan sudah menemukan kerugian negara sebesar Rp. 408.309.203,00. dan untuk memastikan angka kerugian keuangan negara, Jaksa minta bantuan BPKP. Namun, pada tahap penyelidikan dan penyidikan, Jaksa telah memeriksa delapan saksi dan dua saksi ahli. Jaksa menetapkan tiga orang Tersangka, yakni Irwan Jaya Wangsa Gunawan (Direktur PT ABP Surabaya), Andreas Srijono (Pengendali Kegiatan Proyek), dan Prijonggo (Konsultan Pengawas dari PT DEA Surabaya). ( Nita, Soek )