News Room, Selasa ( 18/12 ) Akibat terkatung-katungnya pemasangan aliran listrik, ratusan warga Desa Cabbiya Kecamatan Talango, Selasa pagi (18/12) mendatangi gedung DPRD Sumenep, mereka meminta agar program listrik dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang pelaksanaannya tahun 2006 lalu segera beroperasi. Kepala Desa Cabbiya, Mohammad Alwi mengatakan, jaringan listrik di Desa Cabbiya sebenarnya sudah rampung sejak satu tahun lalu, namun pihaknya tidak tahu pasti penyebab hingga kini masih belum nyala. Padahal masyarakat telah banyak berkorban demi masuknya listrik ke Desa Cabbiya, dengan merelakan penebangan pohon masyarakat dan mengeluarkan biaya pemasangan tiang. Untuk itu masyarakat Desa Cabbiya meminta DPRD Sumenep bersama pihak terkait membantu menyelesaikan persoalan listrik tersebut di Desanya. Sementara usai menerima perwakilan warga Desa Cabbiya, Ketua Komisi B DPRD Sumenep, KH. Unais Ali Hisyam mengatakan, kendala jaringan listrik di Desa Cabbiya, akibat PLN harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas pemasangan jaringan tersebut, namun PLN tidak memiliki dana untuk membayar, sehingga peralihan aset antara Pemprop Jatim dengan PLN tidak berjalan. KH. Unais Ali Hisyam menuturkan, sejatinya masalah tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, melainkan hampir disemua Kabupaten se Jawa Timur. Sebagai solusi akan dibentuk Kerjasama Operasional antara Pemkab Sumenep dengan PLN dan rencananya hari Rabu besok, Komisi B akan mengundang Kantor ESDM, Assisten Ekonomi Pembangunan, PLN, dan CV pelaksana. ( Yasik, Esha )