Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2011
  • 424 Kali

Warga Diminta Serahkan Obat Mercon Dan Mercon Secara Sukarela

News Room, Kamis ( 21/07 ) Pimpinan Polres Sumenep, mewaspadai peredaran mercon di kalangan warga menjelang bulan Ramadhan, sehingga bagi masyarakat yang memiliki atau menyimpan obat mercon maupun mercon, supaya menyerahkan secara sukarela pada Polres setempat. Kapolres Sumenep, AKBP Susanto menjelaskan, salah satu potensi kerawanan di kalangan warga setempat adalah peredaran obat mercon, mercon, dan "bondet" atau bom rakitan untuk menangkap ikan dilaut. “Untuk obat mercon dan mercon, potensi peredarannya makin tinggi menjelang Ramadhan. Makanya, kami menginstruksikan anggota kami di semua jajaran untuk mewaspadai hal tersebut,”katanya. Susanto menilai warga Sumenep tidak jera dengan kasus meledaknya obat mercon yang sering mengakibatkan korban jiwa. “Buktinya, masih ada kasus meledaknya obat mercon di rumah warga Kecamatan Guluk-guluk. Ini menandakan, kalau warga patut diduga menyimpan obat mercon maupun mercon,”terangnya. Susanto mengimbau masyarakat untuk tidak main-main dengan bahan berbahaya tersebut, dan segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian untuk dimusnahkan. Sejak akhir 2010, kata Susanto, pihaknya sebenarnya telah menyebarkan selebaran yang intinya permintaan kepada warga Sumenep supaya menyerahkan bahan yang bisa meledak itu kepada pihak berwajib. “Sesuai catatan kami, hanya ada 3 warga yang menyerahkan secara sukarela bahan yang bisa meledak kepada jajaran kami di 3 Kecamatan, yakni warga Pragaan, Gapura, dan Dungkek,”ujarnya. Untuk sementara pihaknya melakukan pendekatan persuasif guna meminta warga Sumenep menyerahkan bahan yang bisa meledak kepada jajarannya di Kecamatan. Sejak awal bulan Januari hingga Juli 2011, telah terjadi tiga kali ledakan dari bahan berbeda di Kecamatan Guluk-guluk dan Batuputih, serta ledakan obat mercon dirumah Ruhaiyyah di Desa Payudan Daleman pada 3 Juli 2011. ( Nita, Esha )