Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-10-2009
  • 513 Kali

Warga Desa Pabian Akan Lakukan Demo Yayasan Salsabila

News Room, Jum’at ( 16/10 ) Kepolisian resor (Polres) Sumenep, menerima surat pemberitahuan dari warga Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, untuk melakukan demo ke Yayasan Salsabila. Kasat Intelkam Polres Sumenep, AKP Endro Prasetyo Utoro, mengatakan, aksi demo warga Desa Pabian itu, akan dilakukan hari Sabtu (17/10). Aksi itu, tujuannya untuk meminta penjelasan Ketua Yayasan Salsabila, Warsito, terkait keberadaan Aris yang dikenal Nizar, sejak tahun 2006 berada di Yayasan Salsabila. “Selama aksi itu tidak bersifat anarkis, kami berikan ijin untuk melaksanakan kegiatan tersebut,”ujarnya. Karena, aksi itu hanya terfokus pada permintaan pertanggung jawaban ketua yayasan salsabila saja. “Intinya, warga minta pertanggungjawaban pada Ketua Yayasan Salsabila. Kok bisa, Aris itu tinggal selama tiga tahun di yayasan tersebut, tanpa melapor kepada aparat desa. Padahal, aturannya tamu 1 x 24 jam harus lapor ke RT, RW dan kepala desa. Tapi, keberadaan Aris ini nyaris tidak terdaftar di buku tamu Desa Pabian,” terangnya. Ia menjelaskan, sebaiknya jika aksi ini benar-benar dilakukan, ketua Yayasan Salsabila memberikan penjelasan mengenai Aris yang dikenal Nizar tersebut kepada warga. Sebab, yayasan itu sudah disoroti dan menjadi perhatian orang, gara-gara kasus Aris yang terkait kasus terorisme. Untuk menghindari adanya tindakan anarkis dari warga saat melakukan aksi demo di Yayasan Salsabila, Polres Sumenep akan menerjunkan 60 personel. Aris yang juga dikenal dengan nama Nizar, berada di Yayasan Salsabila sejak tahun 2006 sebagai guru bahasa inggris, dan berstatus daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme. Aris menyerahkan diri pada Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Temanggung, Jawa Tengah, AKBP Zahdi, pada Jumat (02/10). ( Nita, Esha )