Sumenep-Kominfo News Room : Ratusan warga Desa Basoka Kecamatan Rubaru, Senin pagi (24/04) mendatangi Polres Sumenep, terkait adanya dugaan penggelapan beras untuk rakyat miskin (raskin) yang saat ini dalam proses pemeriksaan terhadap Rafiyatul Andawiyah, Kepala Desa Basoka. Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Basoka, Yazari mengungkapkan, kedatangannya ke Polres tersebut, untuk memberikan penjelasan, bahwa sebenarnya pendistribusian raskin di Desa Basoka tidak ada masalah. Karena, menurut Yazari, raskin tersebut sudah diberikan kepada warga penerima raskin di Desa tersebut. Namun, Yazari menuturkan, pendistribusian raskin itu, memang tidak dilakukan tiap bulan, tapi per-tiga bulan sekali, mengingat di Desa Basoka terdiri dari 25 Rukun Tetangga (RT), sehingga biaya pendistribusian maupun biaya tebusan raskin itu tidak terkesan memberatkan. Karena itu Yazari menegaskan, hingga saat ini, raskin di Desa Basoka tidak ada masalah. Artinya, perangkat Desa Basoka tidak melakukan penggelapan terhadap raskin, hal itu terbukti dengan kedatangan ratusan masyarakat Basoka ini ke Polres, yang semuanya merupakan penerima raskin. Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Budiono Sandi, SH menanggapi positif terhadap kedatangan ratusan warga Desa Basoka itu. Menurut Kapolres, sah-sah saja mereka melakukan demo ke Polres, apalagi untuk memberikan klarifikasi mengenai kasus raskin tersebut. Namun, Kapolres menandaskan, saat ini pihaknya tidak bisa menentukan, apakah Kades Basoka itu bersalah atau tidak, karena masih dalam pemeriksaan. ( Nita, Esha )