Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-06-2008
  • 485 Kali

Warga Bentrok Dengan Aparat, Seorang Aparat Terluka

News Room, Kamis ( 26/06 ) Ratusan warga Desa Tenonan, Kecamatan Manding, terlibat bentrok dengan aparat kepolisian, yang membuat Polsek Manding merasa kewalahan dan terpaksa meminta bantuan kepada Polres Sumenep. Dalam bentrokan itu, warga mulai bersikap anarkis, sehingga aparat juga memperketat barisan blokade, kemudian mendatangkan 1 unit pemadam kebakaran, untuk memukul mundur massa. Alhasil, satu orang aparat kepolisian terluka, namun massa tetap saja nekat memberontak dan berupaya menerobos blokade aparat kepolisian. Peristiwa itu terjadi di Mapolres Sumenep, Kamis pagi (26/06), pada acara pelatihan pra operasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur bulan Juli 2008 mendatang. Pelatihan itu, untuk membuat skenario dalam hal mengatasi tindakan yang tidak diinginkan, yang terjadi pada saat pelaksanaan pencoblosan Pilgub Juli mendatang. “Latihan itu merupakan suatu bentuk kesiapan Polres Sumenep, dalam mengamankan pelaksanaan Pilgub Juli mendatang,” Kata Kapolres Sumenep, AKBP Drs. Darmawan, ketika ditemui usai pelatihan pra operasi Pilgub Juli 2008. Kapolres menerangkan, pelatihan itu memang perlu dilakukan, karena kalau hanya unjuk rasa biasa, mungkin bisa diatasi Panitia Pengawas (Panwas) dan KPUD, tapi jika sudah mengarah pada tindakan anarkis, maka aparat sudah mengetahui lebih awal tindakan yang harus dilakukan, seperti terkonsep dalam latihan tersebut. “Pengamanan Pilgub ini dirasa tidak ada masalah, sebab anggaran dari Pemkab sudah ada. Jadi, kita tinggal mengemas pola pengamanannya saja,” tegasnya. Kapolres menjelaskan, pelatihan pengamanan Pilgub itu, melibatkan 507 personel, yang memang akan diterjunkan langsung pada proses pencoblosan nanti. Kemudian, untuk menghindari hal-hal negatif, Kapolres menegaskan, sejak 26 Juni 2008, pukul 00.00 WIB, langsung diberlakukan operasi pengamanan Pilgub Juli 2008. ( Nita, Esha )