News Room, Rabu ( 14/01 ) Jika Sekolah formal setingkat SD/MI, SMP/M.Ts, SMA/MA baik negeri maupun swasta yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Departemen Agama Sumenep telak melaksanakan ujian semester, berbeda dengan warga belajar Ula (setingkat SD) dan Wusto (Setingkat SMP) yang masih mempersiapkan ujian semester yang akan dilaksanakan pada tangal 27 hingga 29 januari 2009 mendatang. Hal tersebut diakui Kasi Pontren Depag Sumenep, Drs. H. Mustamik di kantornya, Rabu (14/01). Menurutnya, memang tidak banyak yang tahu bahwa Pondok Pesantern Salafiyah yang selama ini tidak masuk dalam pendidikan formal sejak tahun 2003 lalu, telah mendapat perhatian pemerintah untuk melaksanakan wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun, serta mengikuti ujian secara formal dan mendapat ijazah sesuai tingkatannya. Dijelaskan, pada tahun 2009 ini tercatat ada sekitar 40 lembaga Pontren yang memiliki warga belajar mulai dari Ula hingga Wusto. Meski sehari-hari terlihat tetap melaksanakan kegiatan pesantren salaf, namun juga melaksanakan pembelajaran seperti halnya pelajaran SD dan SMP. Hanya saja waktu dan cara pembelajarannya tergantung lembaga Pontern itu sendiri. “Jadi memang tidak melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar layaknya sekolah formal, mereka bisa mencari waktu-waktu tertentu, yang penting semua mata pelajaran bisa diikutinya,†ujar H. Mustamik. Menurut mantan Kepala MAN Sumenep ini, yang pasti setiap pelaksanaan ujian semesten maupun Ujian Nasional mereka harus ikut seperti biasa. Meski diakui selama ini tingkat kelulusan warga belajar ULA dan Wusto ini sekitar 60 persen. Namun, ketika diberi kesempatan kembali untuk mengikuti ujian susulan, biasanya mereka bisa mengikutinya dengan baik dan mendapat hasil yang lebih baik. Sekedar diketahui, hingga saat ini jumlah warga belajar setingkat Ula sebanyak 1.314 orang. Sedangkan untuk tingkat Wusto sebanyak 2.188 orang. Bahkan, mereka tidak hanya memiliki kewajiban yang sama dalam hal pendidikan, namun juga mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sama dengan BOS yang diterima siswa SD dan SMP. (Ren, Adjie)