News Room, Jum’at ( 05/12 ) Ratusan petani di 2 Desa, yakni Desa Pakandangan Sangrah dan Aeng Dake, Kecamatan Bluto, menghadang dan menyandra 3 truk yang mengangkut 40 ton pupuk urea bersubsidi di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, tepatnya di Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto. Aksi penghadangan dan penyandraan itu, terjadi pada Jum’at (05/12) dini hari. Akibatnya, arus lalu lintas Sumenep-Surabaya sempat terganggu, sebab setelah petani memastikan truk itu berisi pupuk untuk jatah Sumenep, maka secara beramai-ramai menurunkan pupuk dari truk di pinggir jalan. Kepala Desa Aengdake, Junaidi, mengatakan, aksi ini dilakukan, dikarenakan selama ini petani jagung dan padi tidak pernah mendapat pupuk bersubsidi. “Jadi, aksi ratusan petani ini merupakan puncak kemarahan petani setelah tanaman jagung dan padi menguning, karena tidak dipupuk dan terancam gagal panen,â€Âterangnya. Ia menyatakan, para petani yang memaksa menurunkan pupuk dari truk yang rencananya akan di kirim ke gudang pupuk Kaltim di Marengan, Kecamatan Kalianget, itu bukan untuk dijarah tapi tetap akan dibeli seperti patokan pemerintah. Bahkan, ada yang berani membeli di atas harga eceran tertinggi (HET). “Aksi penyanderaan truk pengangkut pupuk ini, dilakukan secara spontanitas. Artinya, tidak ada yang menggerakkan. Dimungkinkan, ini akibat kelangkaan pupuk yang tidak teratasi,â€Âtegasnya. Sementara itu Kapolsek Bluto, Iptu Sutrisno, mengaku tidak bisa membendung keinginan petani untuk membeli pupuk tersebut langsung dari truk pengangkut. “Bagaimana bisa membendung, la wong jumlah aparat yang turun lebih kecil dibandingkan petani dari 2 Desa tersebut, ujarnya. Ia menjelaskan, semula pihaknya meminta para petani untuk bersabar dan membeli pupuk urea bersubsidi di kios resmi. Tapi, para petani tidak mau, karena sejak dua pekan ini, kios sering kehabisan stok pupuk urea bersubsidi. “Petani memang mengaku terpaksa menghadang truk pengangkut pupuk urea bersubsidi, hanya untuk membeli pupuk, tidak untuk menjarah. Semua pupuk yang diangkut 3 truk tersebut dibeli petani dan dibayar lunas,â€Âtegasnya. ( Nita, Esha )