News Room, Senin ( 10/03 ) Reformasi bagi masyarakat menjadi harapan untuk mendapatkan kesejahteraan yang sama, sebagai warga negara, dan harapan itu semua dipercayakan pada tokoh-tokoh wakil rakyat di DPRD Kabupaten/Kota/Propinsi maupun tingkat DPR RI yang mereka pilih dari Pemilu. Kenyataannya pada saat ini angka golput makin tinggi di beberapa Pilkada/Pilgub banyak yang diatas 40 persen, bahkan ada yang mendekati angka 50 persen dan ini perlu direnungkan bersama. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Kebunagung Kecamatan Kota Sumenep, Fajar Nur Alam mengatakan, fenomena kekecewaan rakyat yang makin tinggi, seiring dengan meningkatnya angka golongan putih (golput), seperti melukiskan pupusnya harapan untuk sejahtera, dan menjauhkan keterwakilan mereka di lingkungan pembuat kebijakan. Selanjutnya, fenomena yang lebih meyakinkan bahwa wakil rakyat belum sepenuhnya berperan untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar tahun 1945. Dan ini sangat terasa dan disadari bahwa rakyat Indonesia saat ini masih terus mengalami keterpurukan di berbagai bidang kehidupan. Memasuki tahun 2014, kiprah partai politik dipandang secara pesimistis. Bahkan dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya citra tiang demokrasi ini dinilai kian memburuk. ( JuP-01, Fer )