News Room, Rabu ( 11/05 ) Pimpinan DPRD Sumenep, menyikapi serius terhadap kasus pengusiran wartawan yang dilakukan oknum anggota DPRD Sumenep, dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Mukhlis, S.Ag mengaku prihatin atas kejadian tersebut, mestinya anggota dewan sebagai wakil rakyat harus merakyat. “Namun, kami belum tahu pasti kejadian sebenarnya. Secepatnya, kami bersama pimpinan DPRD Sumenep lainnya akan menggelar rapat, guna mencari informasi bagaiman persoalannya hingga terjadi pengusiran terhadap teman-teman wartawan diruang komisi B. Baru, kami bisa tentukan sikap,”kata Faisal, pada wartawan diruang kerjanya, Rabu (11/05). Menurut anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pengusiran wartawan itu, murni sikap person dari oknum anggota dewan tersebut. “Karena, tidak ada aturan baik dalam tata tertib di DPRD, yang melarang kuli tinta itu masuk ke ruang komisi-komisi di DPRD Sumenep,”terangnya. Kasus pengusiran itu, terjadi pada Selasa (10/05) kemarin, ketika sejumlah awak media massa di Sumenep, sedang melakukan konfirmasi di ruang Komisi B DPRD Sumenep. Secara tiba-tiba oknum anggota Komisi B tersebut, mengusir para wartawan, dengan menggunakan tangan anggota satuan polisi pamong praja (Satpol PP), yang bertugas di gedung DPRD setempat. ( Nita, Esha )