Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-01-2011
  • 444 Kali

Wakil Bupati Resmikan Layanan Internet Pendidikan

News Room, Senin ( 31/01 ) Pengguna internet hampir menjelajah diseluruh dunia. Berdasarkan data statistik bulan Juni 2010, di Asia ada sekitar 3,8 milyar pengguna internet, yakni sekitar 56,3 persen dari penduduk total dunia 6,7 milyar jiwa. Sedangkan pada awal 2010 sudah mencapai 1,7 milyar yang artinya sekitar 25 persen penduduk dunia menggunakan layanan internet. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si ketika membuka Peresmian Layanan Internet Pendidikan “Handayani” di Gedung Ki Hajar Dewantara oleh Dinas Pendidikan Sumenep, Senin (31/01). “Sementara di Asia sendiri memang belum 5 persen total penduduk pengguna internet dibandingkan dengan pengguna seluruh dunia. Misalnya negara China, sebagai negara pencipta produk termurah sekitar 360 juta pengguna, sedangkan Indonesia sekitar 250 juta,”jelasnya. Internet dianggap kampung dunia kecil, karena apa yang ada diseluruh dunia yang luas ini bisa terlihat dalam media internet kapan saja. Namun, Wabup berharap dengan kecanggihan teknologi tersebut, agar tidak disalah gunakan, misalnya dengan membuka website porno, sebab yang menjadi fenomena saat ini berdasarkan data statistik website porno banyak digunakan oleh para kaula muda. Untuk mengatasi penyimpangan telekomunikasi ini perlu peran orang tua dan sekolah dalam pengawasan dan pengendalian atas kemudahan akses yang tak sesuai, melakukan penyuluhan atas bahaya yang ditimbukan serta membuat sistem bagaimana meminimalisir situs-situs yang tidak sesuai, agar tidak bisa dibuka oleh siswa. “Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan hingga ke daerah lain dan kepulauan, sehingga siswa mulai dari SD hingga SMA dan seterusnya bisa mengambil pembelajaran melalui internet dengan terus dilakukan pengawasan,”tambahnya kepada wartawan usai mengunjungi siswa yang sedang mengakses internet pendidikan di Kantor Gedung Ki Hajar Dewantara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, MM menjelaskan, untuk sementara keberadaan internet pendidikan akan diadakan di 10 titik diseputar Kecamatan Kota, seperti di BLK Parsanga, Diknas, SMKN Kalianget dan beberapa titik lainnya. Kemungkinan selanjutnya bisa dikembangkan secara bertahap ke daerah daratan dan kepulauan. “Ini memang baru tahapan awal, agar perkembangan teknologi informasi bisa dilakukan antara guru dan siswa, kemudian untuk diluar diharapkan orang tua yang mengawasi,”ujarnya. Sementara Wakil Ketua Dewan Pendidikan Sumenep (DPS) DR. Ir. Ida Ekawati, MS mengaku bangga dengan upaya Dinas Pendidikan Sumenep membuka internet pendidikan bagi siswa. Dan itu merupakan awal dibukanya sumber informasi ilmu pengetahuan bagi siswa. “Namun, saya harap nantinya terus dikembangkan dengan membuka website sendiri khusus pendidikan, sehingga antara guru dan siswa ada komunikasi,”ujarnya. Mantan Rektor UNIJA Sumenep ini juga berharap keberadaan internet pendidikan tersebut bisa dikembangkan hingga ke sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan hingga kepulauan, sehingga nantinya bisa sebagai sumber data bagi sekolah. ( Ren, Esha )