Sumenep-Kominfo News Room : Masih tingginya angka partisipasi kasar wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun (Wajar Dikdas 9 tahun) di Kabupaten Sumenep, yang mencapai 82,68 prosen dari penetapan angka kasar nasional, yakni 95 prosen, ternyata mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Terbukti, wilayah Sumenep termasuk salah satu diantara 20 Kabupaten se Indonesia yang diberikan kesempatan melakukan training of trainer dan pembekalan bagi sarjana dan pemuda penggerak Wajar Dikdas 9 tahun. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Moh. Ra’is, S.Pd, M.Si mengakui, bahwa keinginan masyarakat Sumenep untuk mengenyam ilmu pendidikan masih relatif rendah. Hal itu, terlihat dari grafik yang tertuang dalam angka partisipasi kasar Wajar Dikdas 9 tahun. H. Moh. Ra’is menuturkan, meskipun penerapan Wajar Dikdas 9 tahun yang diterapkan Departemen Pendidikan Nasional hanya tinggal 6 bulan, mengingat pada tahun 2008 mendatang program tersebut direncanaka akan dihapus, namun pihaknya optimis 95 prosen target nasional akan tetap tercapai. Karena menurut H. Moh. Ra’is, program Wajar Dikdas tersebut, merupakan program nasional dengan tujuan untuk mengentaskan buta aksara dan meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. H. Moh. Ra’is menjelaskan, bentuk optimis yang ditunjukkan Dinas Pendidikan itu berupa adanya program pemerintah pusat dengan membebaskan biaya SPP bagi siswa-siswa. H. Moh. Ra’is menambahkan, dengan program tersebut, pihaknya memperkirakan akan mampu mendongkrak pemikiran masyarakat Sumenep, karena para orang tua tidak akan terlalu terbebani dengan masalah biaya pendidikan. ( Nita, Esha )