News Room, Selasa ( 13/11 ) Sebayak 20 Kepala Keluarga atau 64 jiwa, warga Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sebagai transmigran, pada Selasa (13/11) pagi dilepas dan diberangkatkan oleh Wakil Bupati setempat, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep. Wabup mengatakan, kebijakan penyelenggaraan transmigrasi saat ini, telah melalui mekanisme berupa kerjasama antar daerah, agar ada kesepakatan bersama mengenai hak dan kewajiban masing-masing daerah. “Daerah pengirim punya kewajiban menempatkan calon transmigran sesuai dengan kompetensi. Sedangkan daerah penerima transmigran, punya kewajiban menyiapkan lokasi pemukiman, fasilitas penunjang hingga pembinaan,”kata Wabup Sumenep, Selasa (13/11). Transmigrasi ini memang menguntungkan kedua belah daerah, yakni sasaran akhir kemajuan daerah setempat dan peningkatan kesejahteraan para transmigran. “Untuk itu, kami berharap supaya para transmigran dari Kabupaten Sumenep di tempat tujuan nanti bisa menjaga citra dan nama baik Kabupaten asal. Sebab, bagaimanapun keberadaan transmigran merupakan kepanjangan tangan dari Kabupaten Sumenep. Bahkan, kalau bisa harus menjadi panutan dan teladan bagi yang lainnya,”terangnya. Sementara, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Didik Untung Samsidi, MM mengungkapkan, pada tahun 2012, Kabupaten Sumenep akan memberangkatkan 40 KK sebagai transmigran yang dibagi dalam 4 tahap pemberangkatan. “Pada Selasa (13/11) ini, merupakan tahap pertama pemberangkatan dengan 20 KK, dengan tujuan Kabupaten Halmahera Timur, Propinsi Maluku Utara. Sedangkan, tahap selanjutnya akan segera menyusul,”ujarnya. Ke 20 KK yang diberangkatkan tersebut, kata H. Didik Untung, mendapatkan bantuan uang saku dari APBD Sumenep sebesar Rp. 500.000,00 per-KK, kemudian peralatan pertanian termasuk peralatan dapur, dari Propinsi Jawa Timur, dan jaminan hidup selama satu tahun, bantuan dari APBN. “Jadi, para transmigran ini tidak dilepas begitu saja, melainkan masih diberi bantuan dan jaminan hidup selama satu tahun. Bahkan, di daerah penerima, 20 KK itu sudah disiapkan 2 hektar lahan pertanian, sekaligus tempat tinggal siap pakai,”ungkapnya. ( Nita, Esha )