Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-10-2019
  • 2708 Kali

Wabup Sumenep Ajak Masyarakat Lestarikan Ayam Bekisar Sebagai Identitas Daerah

Media Center, Minggu ( 27/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya melestarikan ayam bekisar, salah satunya dengan mengadakan Lomba Seni Suara Ayam Bekisar Bupati Cup tahun 2019.

Lomba itu mendapat apresiasi pecinta ayam bekisar, buktinya pesertanya tidak hanya dari masyarakat Sumenep dan Madura saja, melainkan dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut berpartisipasi mengikuti lomba tersebut.

“Kami ingin memacu masyarakat untuk menjaga habitat ayam bekisar dari kepunahan, karena ayam bekisar merupakan salah satu ayam langka yang memiliki suara kokok khas dan sangat familiar,” kata Wakil Bupati (Wabup), Achmad Fauzi, SH, pada pembukaan lomba di GOR A. Yani Pangligur Sumenep, Minggu (27/10/2019).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, ayam bekisar adalah hewan asli Pulau Kangean Kabupaten Sumenep dan merupakan fauna identitas Provinsi Jawa Timur, sehingga sebagai daerah leluhur ayam itu perlu mengembangbiakkannya, supaya potensi Kota Keris itu tetap lestari dan terjaga sampai kapanpun.

“Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai barometer pengembangbiakan dan komunitas penggemar ayam berkisar. Karena itulah, menjadi tugas kita semua untuk melestarikan potensi yang tiada duanya di nusantara ini,” imbuh Wabup Achmad Fauzi.

Ayam bekisar adalah jenis ayam persilangan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina. Masyarakat menggemari ayam bekisar, karena memiliki suara kokok yang memikat dan bulunya yang indah.

“Ayam bekisar adalah hewan khas Sumenep namun, ayam ini sudah menyebar di Pulau Madura, bahkan meluas ke berbagai daerah di Nusantara,” ujar Wabup Achmad Fauzi.

Sementara Ketua Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia (KEMARI) Cabang Sumenep, Moh. Farid Wajdi mengungkapkan, peserta Lomba Seni Suara Ayam Bekisar Bupati Cup tahun 2019 jumlahnya mencapai 207 ayam dari berbagai daerah di Indonsia seperti Jakarta, Bogor Semarang, Kota/Kabupten di Jawa Timur dan Bali.

“Ratusan ayam bekisar itu mengikuti 3 katagori perlombaan yakni Utama, Madya dan Pratama. Penekanan penilaiannya adalah suara depan, suara belakang, irama dan suara bersih-kotor,” pungkasnya yang juga selaku Panitia Penyelenggara lomba.

Lomba ayam bekisar yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama KEMARI merupakan serangkaian kegiatan Kunjungan Wisata Sumenep (Visit Sumenep) 2019. ( Yasik, Fer )