Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-12-2020
  • 492 Kali

Wabup Achmad Fauzi Serukan Masyarakat Perangi Narkoba

Media Center, Senin ( 21/12 ) Seluruh elemen masyarakat diharapkan melawan narkoba secara bersama-sama, kolektif dan secara berkelanjutan, karena saat ini peredaran narkoba semakin marak, bahkan menyentuh semua kalangan.

“Parahnya generasi muda menjadi sasaran utama penyalahgunaan barang terlarang ini, dan generasi muda mulai dari jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi tersandung kasus narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar,” kata Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH pada Sosialisasi dan Pembentukan Penggiat Anti Narkoba dan Deklarasi Kampung Tangguh Narkoba Desa Kalianget Barat Kecamatan Kalianget, Senin (21/12/2020).

Sinergitas semua pihak harus terus ditingkatkan untuk memerangi narkoba, mengingat Kabupaten bebas narkoba bukan hanya tugas pemerintah, BNNK Sumenep maupun Kepolisian, tetapi tugas bersama elemen di daerah.

Untuk itulah, semua pihak terkait dan masyarakat harus bergotong royong mencegah peredarannya, sehingga masyarakat terutama generasi muda tidak menyalahgunakan barang terlarang tersebut.

“Sangat relevan jika kita menyatakan perang terhadap narkoba, sebab narkoba adalah ancaman nyata bagi keamanan dan ketahanan negara, sebagai bentuk perang gaya baru untuk menghancurkan suatu negara,” imbuh Politisi PDI Perjuangan ini.

Wabup menyatakan, berdasarkan data Polres Sumenep, sampai bulan Desember 2020 telah berhasil mengungkap 89 kasus narkoba dengan 137 orang tersangka, rinciannya 130 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, dengan barang bukti narkoba seberat 307,16 gram sabu-sabu dan 10 butir pil ineks.

Sementara data rehabilitasi korban narkoba sampai dengan saat ini berjumlah 29 orang, yakni rehabilitasi di BNNK Kabupaten Sumenep sebanyak 3 orang, Pondok Pesantren Al-Isaf Guluk-guluk 13 orang, Pondok Pesantren Sabilul Huda Ganding 6 orang dan rehabilitasi di Masjid Hidayatullah Desa Totosan Batang-batang berjumlah 7 orang.

“Para orang tua harus seksama mengawasi pergaulan anak-anaknya karena di era globalisasi saat ini, pergaulan menjadi faktor utama seseorang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, sekaligus orang tua dan guru harus menanamkan nilai-nilai dan karakter, bukan sekedar mentransfer ilmu pengetahuan,” pungkas Wakil Bupati Achmad Fauzi. ( Yasik, Fer )