Media Center, Sabtu ( 24/03 ) Ratusan pecinta burung lovebird (burung cinta) mengikuti seminar Pemeliharaan dan mutasi genetika burung lovebird.
Seminar digelar oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Komunitas Lovebird Indonesia (KLI) Madura Sub Korwil 1 Sumenep dalam rangkaian kegiatan Tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018, di Gedung Adipoday, Sabtu (24/03).
Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, pamor burung lovebird atau burung cinta sedang naik daun, karena masyarakat pecinta burung itu, mewabah hingga seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Sumenep.
Karena itu melalui seminar itu, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenal seluk beluk burung lovebird.
“Burung lovebird ternyata memiliki kelebihan tidak hanya sekedar ocehan atau kicauannya saja, melainkan juga mempunyai keindahan bulunya yang sangat indah dan beraneka warna.” katanya saat membuka Seminar Burung Lovebird.
Wakil Bupati menyatakan, pecinta burung lovebird jangan hanya berfikiran burung peliharaannya beranak dan menghasilkan uang, mengingat harga burung lovebird tidak ternilai, mulai dari jutaan sampai ratusan juta rupiah.
“Saya harapkan dengan adanya seminar ini benar-benar memberikan ilmu pengetahuan bagi pecinta burung lovebird supaya tidak sekedar berternak burung cinta atau lovebird, namun berternak burung yang berkualitas agar memiliki nilai jual tinggi.” imbuh Pengusaha Muda sukses ini.
Wakil Bupati mengungkapkan, jika hasil ternak lovebird harganya melambung tinggi tentu saja membuka peluang usaha baru masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.
“Jadi memelihara, merawat dan berternak burung lovebird manakala harga jualnya tinggi, tentu saja memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )