News Room, Senin ( 15/03 ) Banyaknya masyarakat yang terkena penyakit aneh di pulau Sapangkor Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken, diharapkan dapat segera tertangani oleh tenaga medis, sehingga penyakit yang disinyalir penularannya cukup dasyat tersebut tidak menyebar luas ke daerah lain. Sebab, yang terjadi selama ini rata-rata ketika dalam satu rumah yang kena penyakit tersebut, mayoritas seisi rumah juga kena. Hal tersebut diungkapkan tokoh masyarakat setempat, Dulsiam, M.Pd. Menurutnya, dalam 2 minggu ini, wabah penyakit yang banyak dikait-kaitnya dengan penyakit chikungunya, sudah sangat memprihatinkan, setidaknya dalam pantauannya ada sekitar 100 orang yang terkena penyakit aneh tersebut. "Mereka rata-rata panas dingin diikuti batuk-batuk dan tubuh lemas, ini sudah cukup meresahkan masyarakat, sebab beberapa diantaranya sudah parah bahkan ada seorang yang meninggal kemarin,"ujarnya kepada wartawan tadi siang, Senin (15/03) pada salah satu acara di Hotel Utami Sumekar Sumenep. Karena itu, pria yang juga anggota DPRD Sumenep ini berharap segera ada penanganan dari Dinas Kesehatan dan pihak yang terkait. Meskipun pihaknya sudah melaporkan perihal tersebut, hingga saat ini masih belum ada penjelasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, sehubungan masih dilakukan deteksi terhadap pasien yang masih dirawat diberbagai Pustu maupun di Puskesmas setempat. Sedangkan sebagian, tegas politisi asal PKB ini, masyarakat setempat juga masih melakukan upaya memberikan pertolongan pertama. Disamping menunggu pelayanan medis lainnya. Meskipun ada sebagian, juga yang dirujuk ke beberapa Puskesmas terdekat dan rumah sakit di Sumenep, namun sepertinya hasil pemeriksaan kesehatan belum bisa memastikan jenis penyakit tersebut. ( Ren, Esha )