Media Center, Minggu ( 10/03 ) Kegiatan atau event wisata tahun 2019 yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak menggantungkan dana kegiatannya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten setempat.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, kegiatan wisata tahun ini membutuhkan dana besar dan tidak mungkin biayanya ditanggung oleh APBD Kabupaten Sumenep, sehingga pemerintah daerah melibatkan pihak ketiga untuk bekerjasama mendanai penyelenggaraannya.
“Kami (Pemkab Sumenep) melalui masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab kegiatan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga (swasta) guna menyukseskannya.” tegas Bupati pada Peluncuran Kalender Wisata Sumenep tahun 2019 di objek wisata Pantai Slopeng, Minggu (10/03/2019) sore.
Ia menyatakan, dana kegiatan rangkaian kunjungan wisata tahun ini melalui APBD Kabupaten Sumenep hanya sebesar 20 persen dari total kebutuhan dananya.
“Secara keseluruhan dana untuk biaya kegiatan wisata sebesar 80 persen adalah non APBD atau dananya dari pihak ketiga, sehingga diharapkan dukungan riil baik dari BUMN, BUMD dan pihak swasta lainnya.” tandas suami Nurfitriana ini.
Bupati mengungkapkan, pihaknya mengajak pihak ketiga dan masyarakat untuk menyelenggarakan rangkaian kegiatan wisata agar masyarakat berpartisipasi dalam rangka mengembangkan potensi daerah.
“Kami tidak berharap mengadakan rangkaian kegiatan wisata yang sumber dananya dari APBD, sebab dananya sangat besar sehingga membutuhkan pihak ketiga supaya kegiatannya berkelanjutan. Jadi saya tegaskan bahwa APBD hanya menyediakan dana sebesar 20 persen untuk kegiatan wisata tahun 2019.” imbuh Bupati dua periode ini.
Pemerintah Kabupaten Sumenep telah memprogramkan kegiatan pariwisata tahun 2019 sebanyak 40 kegiatan (event), yang pelaksanaannya dimulai bulan Maret ini.
Ia menyampaikan, masyarakat di daerah objek wisata sebagai pelaku pengembangan wisata harus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) baik melalui ekonomi kreatif, UMKM maupun Event Organizer (EO).
“Saya berharap dukungan semua pihak dalam menyukseskan kunjungan wisata atau Visit Sumenep 2019. Bahkan kekurangan di tahun lalu dijadikan pelajaran untuk lebih baik di tahun ini, apalagi kunjungan wisata adalah tanggung jawab bersama, sehingga harus dikelola bersama-sama agar memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumenep.” pungkasnya. ( Yasik, Fer )