Sumenep-Kominfo News Room : Penyebaran virus chikungunya terus bertambah di wilayah Kecamatan Lenteng. Terbukti, hingga saat ini virus tersebut sudah menyerang 143 orang di Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. E. Shinta Prahara Oetomo, melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. Samsu Hadi Widjojo membenarkan mengenai bertambahnya virus tersebut di Kecamatan Lenteng. dr. Samsu Hadi menuturkan, sebetulnya penyebaran virus chikungunya itu memang sangat cepat, karena proses penyebaran virusnya disebabkan oleh gigitan nyamuk, dengan radius 100 meter. Namun, masa inkubasi atau penyebaran itu kepada manusia sebagai korban, baru bisa dirasakan berselang selama 1 minggu setelah terkena gigitan nyamuk tersebut, dengan gejala suhu tubuh panas dibarengi nyeri tulang dan tidak bisa bergerak. dr. Samsu Hadi menandaskan, untuk menentukan wilayah yang berpotensi terhadap adanya virus chikungunya itu, sebenarnya semua wilayah di Kabupaten Sumenep berpotensi chikungunya. Namun yang paling berpotensi, hanya terdapat di wilayah yang lingkungannya kurang bagus, artinya di wilayah itu nyamuk bisa berkembang biak dengan baik. Selanjutnya dr. Samsu Hadi menjelaskan, hingga saat ini yang melaporkan secara resmi mengenai adanya korban virus chikungunya tersebut, hanya 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Lenteng sebanyak 143 orang dan Ambunten sebanyak 10 orang. Namun, untuk Kecamatan Ambunten sudah bisa diatasi dengan melakukan fogging (pengasapan). Lebuh lanjut dr. Samsu Hadi menegaskan, untuk mengatasi semakin meluasnya penyebaran virus chikungunya itu, maka pihaknya merencanakan hari Kamis (01/02) besok akan melakukan fogging di Kecamatan Lenteng. ( Nita, Esha )