News Room, Kamis ( 14/07 ) Hasil kerjasama Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Sumenep dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur di dalam rangka melaksanakan inovasi di bidang pertanian varietas tanaman padi di daerah kering, yang ternyata membuahkan hasil yang cukup bagus.
Hal tersebut, bisa dilihat saat dilakukan Temu Lapang dari hasil kajian varietas tanaman padi di lahan kering oleh Dispertan Kabupaten Sumenep bersama BPTP Jawa Timur, Rabu kemarin (13/07) di Kecamatan Guluk-guluk. Dan hasil klarifikasi yang dilakukan kepada petani, ternyata sudah ada varietas tanaman padi yang betul-betul dapat meningkatkan hasil produksi per-hektarnya.
“Seperti halnya dari hasil produksi varietas imspiring 14 bisa menghasilkan 8,3 ton per-hektar dan imbago menghasilkan 9,5 ton. Termasuk pula varietas siduk dan atenggang,”jelas Kepala Dispertan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Heriyanto, M.Si kepada wartawan, Kamis (14/07).
Menurutnya, dari hasil produksi yang sudah dibuktikan melalui uji coba yang dilakukan bersama BPTP Jawa Timur, diharapkan ke depan bisa terus dilakukan peningkatan penanaman padi di lahan-lahan kering yang ternyata juga berpotensi menghasilkan produksi yang signifikan.
Karena itu, tegas Bambang, pihaknya akan terus melaksanakan program kerjasama yang didanai melalui APBN tersebut di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.
Sementara untuk saat ini yang sudah dilakukan, seperti di daerah Kecamatan Guluk-guluk, Pasongsongan, Ambunten, Ganding, dan Lenteng. Dan nantinya bisa merambah ke sejumlah wilayah yang selama ini masih belum terjamah.
Apalagi tegas Bambang, luas lahan pertanian di Sumenep yang mencapai 25.000 hektar, lebih 8.000 hektar diantanya yang memiliki irigasi teknis, sedangkan lainya merupakan lahan kering.
“Ini akan terus kami kembangkan, supaya lahan kering yang luasnya mencapai 152.000 hektar di Sumenep bisa menjadi lahan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan 2017,"tambanhnya. ( Ren, Esha )