News Room, Selasa ( 19/04 ) Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) berencana untuk melebarkan jalan Propinsi di Madura mulai Kabupaten Bangkalan hingga Kabupaten Sumenep. Pada acara menggelar sosialisasi konsep rencana pengembangan Surabaya-Madura di Kantor Bupati Sumenep, Selasa (19/04), Wakil Kepala BPWS, H. Junaidi Mahendra, SH. M.Si mengatakan, untuk pelebaran jalan Propinsi di wilayah Madura, pihaknya mengusulkan dana pada pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 125 milyar. Namun, ternyata pemerintah pusat hanya menyetujui dana pelebaran jalan Propinsi di 4 Kabupaten di Madura itu sebesar Rp. 70 milyar. Pihaknya sengaja memprogramkan pelebaran jalan 4 Kabupaten di Madura sebagai upaya memperlancar arus transportasi, sebab setelah beroperasinya Jembatan-Surabaya-Madura (Suramadu), angka kendaraan yang beroperasi di wilayah Madura semakin meningkat. “Pelebaran jalan dari Bangkalan hingga Kabupaten Sumenep, sebagai tindak lanjut pembangunan Madura, terutama untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas, karena setelah beropersainya Jembatan Suramadu, banyak kendaraan yang masuk ke Madura dan kondisi jalannya semakin sempit, sehingga perlu dilakukan pelebaranm jalan Propinsi mulai dari Kabupaten Sumenep hingga Bangkalan,”tegasnya. H. Junaidi Mahendra menyatakan, pihaknya berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk pelaksanaan program tersebut, agar mendapat penambahan dana dari Pemerintah Pusat. Ditempat yang sama, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengungkapkan, pelabaran jalan Propinsi di wilayah Kabupaten Sumenep memang sangat dibutuhkan, mengingat jalan Propinsi di sejumlah Kecamatan, kondisinya sudah rusak. Karena itu, pihaknya berharap pelaksnaan pembangunan pelebaran jalan Propinsi tersebut dimulai dari wilayah Kabupaten Sumenep menuju ke Kabupaten Bangkalan. Alasannya, untuk pelebaran jalan Propinsi di wilayah Kabuaten Sumenep tidak ada kendala terutama persoalan yang muncul dari warga masyarakat. ”Kami berharap, bagaimana seandainya pelebaran jalan Propinsi itu tidak dimulai dari Kabupaten Bangkalan, tapi dari Kabupaten Sumenep. Alasannya, untuk penambahan ruas jalan kanan dan kiri, dan untuk penambahan luas tanahnya tidak ada yang bermasalah, mulai dari pintu masuk ke Kabupaten Sumenep di Kecamatan Pragaan hingga menuju ke wilayah Kota Sumenep dan jalan Propinsi di Kecamatan lainnya,”ungkapnya. Bupati menambahkan, kondisi jalan Propinsi di Sumenep sangat memprihatinkan, terutama jalan Propinsi yang menuju ke lokasi Wisata Pantai Lombang. Saat ini, kondisi jalan Propinsi menuju Pantai Lombang mulai dari Kecamatan Gapura hingga ke lokasi pariwisata tersebut sudah rusak, dan selama ini perbaikan jalan yang dilakukan hanya tambal sulam saja. ”Masyarakat sangat membutuhkan perbaikan dan pelebaran jalan menuju Pantai Lombang, karena pantai tersebut merupakan lokasi wiasata yang banyak dikunjungi masyarakat. Apalagi pada bulan ini ada puluhan wisatawan dari berbagai negara yang dijadwalkan berkunjung ke pantai tersebut, sehingga perlu perhatian dari pihak terkait,”imbuhnya. ( Yasik, Esha )