News Room, Sabtu ( 09/10 ) Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, namun dibutuhkan perjuangan keras, sehingga pada akhirnya sedikit-demi sedikit kesuksesan itu bisa dicapai. Inilah, yang menjadi tekat salah seorang wiraswata dan pekerja keras asal Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Fadal. Yang sebelumnya usaha krupuk amplang miliknya hanya dikerjakan sendiri, namun saat ini sudah ada sekitar 10 orang yang membantu usahanya itu. Ketika ditemui News Room, Fadal mengaku memiliki cita-cita usahanya bisa merambah pasar bebas, meskipun cara pembuatannya masih tradisional. Namun, soal rasa dan aroma khasnya tidak bisa ditukar dengan krupuk lainnya, yang prosesnya sudah menggunakan mesin dan sebagainya. “Pertama kali usaha ini saya jalankan di tahun 2005 hanya dengan modal Rp.100,000,00 hingga Rp.500.000,00, yakni dengan mencari tempat penitipan dari toko ke toko, dan syukurlah saat ini terkadang bisa kekurangan bahan ketika pesanan lagi ramai,” ujarnya. Diakui, dengan modal keuletan dan kehati-hatian, produksi krupuk amplang buatannya mulai diakui dari getuk tular (informasi dari mulut ke mulut) pesanan Fadal terus bertambah, dan dia juga selalu setia mengantar setiap ada pesanan, bahkan saat ini banyak dipesan khusus untuk acara pesta pernikahan dan semacamnya. Tampak kesibukan sehari-hari para pekerja dirumah Fadal, membersihkan ikan, di selip (dihaluskan) mengolah campuran bahan dan setelah itu menggorengnya, bentuknya beragam selain mengolah bahan, ada juga pekerja yang sibuk mengemas krupuk yang sudah selesai. Menurut Fadal, ikan yang digunakan adalah ikan tengiri pilihan yang masih segar yang di belinya langsung dari pengepul ikan, hasil dari tangkapan nelayan dilaut. Selama ini pendapatan yang diraih selalu naik turun, semua bergantung pada permintaan atau pesanan, jika pesanan sedang ramai, pendapatan yang didapat cukup lumayan, yang jelas dalam sehari dia harus membuat krupuk amplang ini dengan biaya produksi sekitar Rp. 2.000.000,00 per-hari menghasilkan 80 kilogram krupuk amplang. Dia berharap dukungan modal, baik dari Pemerintah maupun pihak swasta, sehingga dirinya bisa mengembangkan usahanya lebih maju lagi. Sebab, keuntungan yang diperoleh semata-mata tidak untuk kepentingan dirinya, namun pria kalem ini merasa senang apabila orang yang menganggur bisa berusaha dan bekerja bersama dirinya. Hitung-hitung membantu mengentaskan pengangguran dan kemiskinan, khususnya di tetangga dekatnya sendiri. ( Ren, Esha )