News Room, Rabu (27/04) Meskipun potensi pohon siwalan di Desa Jenang cukup bagus, namun pada musim hujan hasilnya kurang maksimal. Sebab, biasanya pada musim hujan sulit menghasilkan air siwalan. Sehingga pengolahan produksi gula merah dan bahan yang menggunakan gula merah tidak bisa memproduksi, dan menunggu saat musim kemarau. Berbeda dengan pohon kelapa, yang hampir setiap hari tidak pernah putus. Bahkan, khusus untuk kelapa Kopyor di Desa Jenang merupakan andalan di Kecamatan Batang-Batang. Sehingga, banyak para pembeli yang datang langsung ke Desa Jenang untuk sekedar kebutuhan konsumsi sendiri maupun untuk dijual kembali. Bahkan ada yang sudah memiliki langganan di rumah-rumah makan, sehingga tinggal mengirim seminggu sekali. Kepala Desa Jenang, Rusdiyanto mengungkapkan potensi yang ada di Desanya saat ini hanya pohon siwalan dan kelapa termasuk kopyor. Sementara taman lainnya seperti jagung, palawija dan kacang-kacangan hasilnya belum bisa terlalu diandalkan. Meskipun selama ini masyarakat Desa jenang hanya mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian, sementara untuk lahan perkebunan dan kehutanan masih belum terkelola dengan baik. Karena itu, kami berharap instansi terkait bisa melirik potensi di Desa Jenang yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.” Ujarnya. Salah satu upaya yang akan dilaksanakan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep untuk melaksanakan alih teknologi tanaman perkebunan di Sumenep, memang menjadi harapan masyarakat. Sebab, melalui alih teknologi itu diharapkan bisa membantu petani dalam mengembangkan usahanya. Dan jika itu betul-betul bisa direalisasikan di daerah yang betul-betul memiliki potensi tanaman kehutanan, hasilnya akan lebih maksimal dan bisa mensejahterakan masyarakat. (Ren, y02k)