Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-11-2012
  • 750 Kali

Upacara Petik Laut Harus Diniatkan Bentuk Rasa Syukur Kepada Allah

News Room, Rabu ( 21/11 ) Upacara petik laut yang setiap tahun dilakukan harus diniatkan sebagai bentuk rasa syukur kita kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada para nelayan setiap hari yang tiada putus-putusnya. Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara puncak kegiatan petik laut masyarakat Giliraja tahun 2012, Rabu (21/11) di Desa Banbaru Kecamatan Gili Genting. Untuk itu Bupati menghimbau, masyarakat untuk menjaga ekosistem laut agar habitatnya tetap utuh dan bisa menjadi sumber pencaharian sepanjang masa. Sebab, itu tidak hanya untuk masa sekarang tapi juga untuk anak cucu kita di masa mendatang. “Saya himbau, kepada para nelayan, tidak usahlah kita berpikiran sesaat dan ingin mencari untung sesaat dengan menggunakan alat dan bahan yang memang tidak diperbolehkan digunakan untuk menangkap ikan.”ujarnya. Meskipun, hasilnya memang cukup bagus, tetapi akibatnya lingkungan yang akan rusak. Jika sudah rusak maka tak akan bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa mendatang. Pihaknya juga berharap agar perayaan petik laut nantinya bisa dikemas dan dikelola lebih baik dan menarik. Sehingga, tidak hanya menjadi upacara ritual semata, tapi mampu menjadi daya tarik wisata di daerah-daerah lain. Dan menjadi kebanggaan dan simbol masyarakat Giliraja di masa mendatang. Bahkan, Bupati menghimbau tetaplah jaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Jika ada masalah, bisa diselesaikan secara baik-baik dan penuh kekeluargaan. Tidak perlu dengan cara-cara anarkis. Sebab, jika itu terjadi maka kita sendirilah yang akan rugi. Sementara itu kegiatan petik laut tersebut dihadiri sejumlah pejabat SKPD Kabupaten Sumenep, para pejabat Sipil/TNI dan Polri di Kecamatan Giligenting, para Alim Ulama, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, para pimpinan organisasi kemasyarakatan, organisasi nelayan dan masyarakat sekitar. ( Ren, Fery )