Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-07-2005
  • 818 Kali

UNTUK MENEKAN KECELAKAAN LALU LINTAS, POLRES SUMENEP MENGAKTIFKAN KEMBALI POS-POS LAKA LANTAS

Sumenep-Infokom News Room : Upaya menekan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang kerap terjadi di Kabupaten Sumenep disekitar perkotaan, akhirnya Kapolres Sumenep, AKBP Budiono Sandi, SH menginstruksikan kepada Kasatlantas Iptu Mohammad Sakrani, SH untuk mengaktifkan pos-pos laka lantas. Menurut Sakrani, pengaktifan pos tersebut, dengan menentukan lokasi-lokasi yang dianggap rawan laka lantas. Sakrani menerangkan, untuk sementara waktu, pengaktifan tersebut masih diberlakukan diwilayah daratan, karena akhir-akhir ini, laka lantas di daratan mengalami peningkatan yang cukup drastis. Karena itu, secara tegas Sakrani memerintahkan kepada masing-masing Kapolsek didaratan untuk segera membuat pos-pos laka lantas di daerah yang rawan laka lantas, dengan menempatkan 2 personel Polsek yang disertai mobil patroli Polsek dengan rotator dalam keadaan hidup atau nyala. Sakrani menandaskan, perintah tersebut sesuai instruksi dari Kapolres Sumenep tanggal 7 Juli 2005. Sakrani menambahkan, untuk pos-pos laka lantas ditiap-tiap lokasi rawan, memang diwajibkan dijaga 2 personel kepolisian secara bergiliran, yang dibagi 2 shif. Dibagian lain Sakrani juga memaparkan, bahwa shif pertama akan dimulai dari pukul 06.00 s/d 14.00 WIB, sadang untuk shif kedua dari pukul 14.00 s/d 22.00 WIB, degan menggerakkan penling (penerangan keliling). Dijelaskan pula sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolres Sumenep, sejak tanggal 7 Juli 2005, pihaknya sudah mengaktifkan pos-pos laka lantas di perkotaan, yang ditempatkan di 5 titik lokasi yang dianggap rawan laka lantas. Pos tersebut di bangun di Jl. Trunojoyo (perempatan hotel wijaya 1), Jl. HP. Kusuma (perempatan kota), pertigaan Leorita, depan toko tingkat dan di daerah Nambakor. Untuk itu Kasatlantas Polres Sumenep ini meminta kepada masing-masing personel kepolisian, yang bertugas di pos-pos laka lantas, untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa meninggalkan lokasi, apabila tidak ada tugas yang lebih penting. Sakrani menegaskan, dirinya akan menindak tegas terhadap personel-nya yang ketahuan bolos atau tidak menempati pos tugasnya itu. ( Nita, Im )