Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-06-2011
  • 441 Kali

Ungkap Proyek Fiktif, Jaksa Gandeng UPTD Bina Marga

News Room, Jum’at ( 03/06 ) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, tidak setengah hati mengungkap kasus dugaan proyek fiktif berupa pemeliharaan jalan disejumlah lokasi. Terbukti, saat ini jaksa mulai menggandeng Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bina Marga. Kasi Intelejen Kejari Sumenep, Ach. Irianto, SH menjelaskan, pihaknya sengaja menggandeng UPTD Bina Marga, untuk memperjelas hasil pemeriksaan di lapangan. “Sebenarnya kami sudah melihat secara langsung kondisi fasilitas umum (fasum) di beberapa Kecamatan, seperti Batuputih, Manding, Dasuk. Tapi, rasanya kurang pas kalau tidak mengajak UPTD Bina Marga, mereka kan yang lebih mengerti pelaksaan proyek tersebut,”katanya. Irianto mengungkapkan, pengecekan ke lapangan bersama UPTD Bina Marga, dijadwalkan mulai pekan depan. “Kami memang sudah jadwalkan melakukan peninjauan lokasi proyek bersama UPTD Bina Marga mulai pekan depan,”ujarnya. Untuk pengungkapan kasus fasum ini, kata Irianto, belasan saksi sudah dimintai termasuk sebagian UPTD Bina Marga Kecamatan Batuputih. “Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap UPTD Bina Marga lainnya akan dilakukan secara bergiliran, mengingat proyek fasum tersebut jumlahnya cukup banyak,”terangnya. Selain UPTD Bina Marga Kecamatan Batuputih, yang dimintai keterangan oleh Kejari Sumenep, diantaranya Kepala PU Bina Marga dan mantan Kepala PU Bina Marga, sejumlah konsultan pengawas dan konsultan perencana. Dugaan fasum fiktif ini bermula dari temuan Komisi C DPRD Sumenep, saat melakukan sidak ke sejumlah lokasi pemeliharaan, yang sebagian lokasi pemeliharaan jalan ditengarai tidak dikerjakan. Itu terlihat dari banyaknya jalan yang sudah berlubang. Padahal, pekerjaan diperkirakan baru selesai Desember 2010 lalu. Untuk itu, Kejari Sumenep juga fokus untuk membidik proses penunjukan proyek dengan besar anggaran Rp 3,4 milyar, yang ditengarai ada permainan. Sebab, hasil penyelidikan Tim Kejari, dana sebesar itu dipecah-pecah, sehingga nilai proyek menjadi kecil dan bisa dilakukan penunjukan. ( Nita, Esha )